Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ratusan Kader PDIP Demo di Polres

Minta Kasus Pembakaran Bendera Partai Diusut

27 Juni 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Demo

PROTES: Ratusan kader DPC PDIP Nganjuk menuju Polres Nganjuk untuk melakukan demo menuntut kasus pembakaran bendera partai diusut tuntas kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ratusan kader PDI Perjuangan (PDIP) mendatangi Polres Nganjuk kemarin siang. Mereka menuntut agar polisi mengusut tuntas kasus pembakaran bendera partai yang terjadi di Jakarta Rabu (24/6) lalu.

Berangkat dari kantor DPC PDI Perjuangan di Desa Pehserut, Sukomoro sekitar pukul 09.30, demonstran menuju Polres Nganjuk. Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan, aksi yang berlangsung di Nganjuk kemarin sebagai bentuk solidaritas. “Kami secara tegas menuntut agar pelaku pembakaran bendera partai kami segera diusut tuntas,” ujar pria yang juga ketua DPRD Nganjuk itu.

Untuk diketahui, ratusan kader mayoritas datang menggunakan kendaraan roda dua. Ditambah beberapa pikap, bus, dan mobil pribadi. Tak perlu waktu lama berorasi di sisi timur Polres Nganjuk, para petinggi partai dipersilakan masuk. Mereka diterima langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto dan jajarannya.

Proses penyampaian tuntutan dilakukan di aula Polres Nganjuk. Sebelum memasuki aula, para peserta dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu. Mereka juga diminta menggunakan hand sanitizer. “Pertama, kami ingin meminta maaf karena banyak kader yang akhirnya ikut aksi. Ini murni keinginan pribadi, kami sudah mengimbau sebenarnya,” tutur Tatit sebelum mediasi.

Lebih lanjut Tatit mengatakan, pembakaran bendera PDI Perjuangan membuat para kader partai menjadi geram. Mereka merasa lambang partai dilecehkan.

Karenanya, dalam aksinya kemarin Tatit mengajukan beberapa tuntutan. Intinya, DPC PDI Perjuangan meminta agar para pelaku utama pembakaran bendera PDIP tersebut ditangkap dan diproses hukum. “Kami percayakan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian. Kami mendorong agar pelakunya segera dapat ditangkap. Tindak pidananya sudah jelas,” tandasnya.

Selain perkara pembakaran bendera yang diklaim merendahkan harkat dan martabat partai, ada lagi poin yang mengusik mereka. Yakni, menyamakan kader PDIP dengan PKI. Hal itu diakui sangat tidak berdasar dan merusak kehormatan kader dan partai.

“Partai ini dibangun dengan darah dan keringat para pendahulu kami. Kami bukan PKI. Kami PDI Perjuangan. Merdeka!” sambung Wabup Marhaen Djumadi yang juga kader PDI Perjuangan.

Usai mendengar pernyataan dari demonstran, Kapolres AKBP Handono Subiakto mengaku mengapresiasi aksi damai yang dilakukan para kader PDIP kemarin. Pasalnya, meskipun melakukan aksi mereka tetap mengedepankan protokol Covid-19. Seperti halnya mengenakan masker. “Bagaimana pun, Nganjuk masih dalam masa pandemi korona,” jelas perwira dengan dua melati emas tersebut.

Lebih jauh, orang nomor satu di Polres Nganjuk tersebut mengaku akan mempelajari terlebih dahulu tuntutan yang dilayangkan kader PDIP Nganjuk. Pihaknya menegaskan polisi akan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kami akan melakukan kajian dan melaporkan aduan yang dibuat. Sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia,” pungkas Handono.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia