Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tangkap Bandar, Sita Ribuan Butir LL dari Warga Kertosono

27 Juni 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Bandar

TAK BERKUTIK: Diky (kiri) bandar pil dobel wilayah Kertosono digelandang penyidik Satresnarkoba Polres Nganjuk menuju ruang tahanan, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Diky Hardiansyah, 35, tak bisa mengelak dari cengkeraman tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk. Pria asal Desa Kepuh, Kertosono itu ditangkap di rumahnya sekitar pukul 17.30, Kamis (25/6) sore lalu. Dari hasil penggeledahan rumah pria yang disebut sebagai bandar dobel L itu, polisi mengamankan ribuan butir dobel L.  

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengatakan, penangkapan Diky dilakukan berdasar pengembangan kasus peredaran dobel L sebelumnya. Yakni, dari penangkapan Imam Muslimin, 36, warga Desa Begendeng, Jatikalen, dan Agus Harianto, 19, warga Desa Lambangkuning, Kertosono pada rabu (24/6) lalu. “Kami lakukan pengembangan, akhirnya Diky yang berstatus DPO berhasil kami amankan menjelang Maghrib,” ujar Pujo.

Saat diamankan tim Rajawali 19, Diky mengaku menyimpan stok pil koplo miliknya di rumah. Tak ingin membuang waktu, petugas langsung menggelandang tersangka ke rumahnya.

Di sana, petugas menemukan ribuan obat keras berbahaya (okerbaya) milik Diky. “Kami mengamankan 2.282 butir pil dobel L. Ditambah, 2.500 butir pil merek Hexymer Trihexyphenidyl. Sejenis pil dobel L juga tetapi warnanya kuning,” lanjut perwira dengan dua balok emas tersebut.

Dari hasil interogasi petugas, Diky mengaku membeli pil dari kenalannya di Surabaya. Kini, tim Rajawali 19 pun mengarahkan target ke pemasok di atas Diky tersebut.

Untuk diketahui, sebelum menangkap Diky, polisi berhasil menangkap Imam saat sedang ngopi bersama Angga Prasetyo, 25, yang juga warga Jatikalen di sebuah warung. Dua pria itu berada di sana bukan untuk sekadar ngopi. Melainkan, mereka melakukan transaksi pil dobel L.

Akibat aksi nekatnya, Angga langsung diamankan oleh petugas. Ia diperiksa dan digeledah di tempat kejadian perkara (tkp). Benar saja, petugas mendapati 95 butir pil dobel L yang disimpan di saku celana depan sebelah kanan. “Puluhan butir pil dobel L tersebut dibungkus dengan sobekan plastik kresek warna hitam,” jelasnya.

Dari pengakuan Angga, seluruh pil dobel L tersebut didapatkan dari Imam. Pertemuan malam itu memang jadi ajang pelaku untuk bertransaksi kembali. Dari tangan Imam, petugas juga mendapati dua butir pil koplo yang dibungkus grenjeng rokok.

Kepada petugas, Imam mengaku mendapat pil putih dari Agus Harianto, 19, kenalannya. Kebetulan Agus juga warga Desa Lambangkuning, Kertosono. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, tim Rajawali 19 akhirnya turut menggerebek tersangka di rumahnya sekitar pukul 04.00 Rabu lalu.

Saat dilakukan penggeledahan, tim Rajawali 19 menemukan pil dobel L sebanyak 75 butir. Petugas juga menyita uang Rp 10 ribu yang merupakan uang sisa dari penjualan pil dobel L tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia