Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Temukan Tiga Pasien Positif Covid-19 Baru

Seminggu Bertambah 26 Kasus

Satu Orang Meninggal saat Berstatus PDP

27 Juni 2020, 12: 35: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis perkembangan korona

grafis perkembangan korona (ilustrasi: afrizal saiful mahbub, dedi nurhamsyah- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Minggu ini merupakan penambahan kasus Covid-19 terbanyak sejak dua bulan terakhir. Selama tujuh hari berturut-turut, total ada penambahan 26 kasus baru. Kemarin kembali ditemukan tiga kasus terkonfirmasi positif Covid-19, satu pasien di anta­ranya meninggal saat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Ketua Tim Penanggulangan Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo SpP mengatakan, pasien positif Covid-19 yang meninggal adalah pria berusia 78 tahun asal Sawahan. “Pasien meninggal Selasa (23/6) lalu saat masih berstatus PDP,” ujar Mei tentang riwayat pasien yang dirawat di RSUD Nganjuk itu.  Statusnya sebagai pasien positif Covid-19 diketahui setelah hasil swabnya keluar kemarin. Menurut Mei, kemungkinan pria tersebut terinfeksi korona saat bepergian ke Madura dan kontak dengan anaknya yang baru pulang dari Bali. 

Selama di RSUD Nganjuk, menurut Mei pasien lansia tersebut memiliki komorbid berat. Yakni, menderita penyakit tuberkulosis dan stroke. Dengan kepastian status pria tua tersebut, berarti total ada tujuh pasien korona yang meninggal dunia. 

Selain satu pasien Covid-19 yang meninggal saat berstatus PDP, dua orang positif lainnya berasal dari Kecamatan Ngronggot. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengungkapkan, dua pasien yang dinyatakan positif korona kemarin tengah dirawat di RS Muhammadiyah Kota Kediri. “Bukan satu keluarga, tapi keduanya dirawat di RS Muhammadiyah,” ujar Hendri. 

Satu pasien, lanjut Hendri, merupakan perempuan berusia 30 tahun. Dia memiliki riwayat kontak dengan suaminya yang meninggal saat berstatus PDP. Adapun satu pasien lainnya adalah laki-laki berusia 51 tahun. “Pasien memiliki riwayat bekerja di Surabaya,” lanjut pria berkacamata itu sembari menyebut total kasus Covid-19 di Nganjuk sebanyak 75 orang.

Dari puluhan kasus tersebut, sebanyak 33 orang dinyatakan sembuh dan 35 pasien lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Nganjuk dan Kediri. “Dari puluhan pasien Covid-19, paling banyak berasal dari Kecamatan Ngronggot dengan 18 pasien. Enam sudah sembuh,” jelas Hendri. 

Untuk diketahui, seminggu terakhir merupakan penambahan kasus Covid-19 di Nganjuk. Hitungan koran ini, selama tujuh hari terakhir terjadi penambahan 26 kasus Covid-19 baru. Minggu ini sekaligus memegang rekor penambahan kasus yang terus terjadi tiap hari tanpa putus.

Dengan masih terus bertambahnya kasus Covid-19, Hendri meminta warga Nganjuk untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan atau desa tempat pasien terkonfirmasi positif tinggal. “Harus benar-benar patuh pada protokol kesehatan. Hindari keramaian,” pintanya.

Terpisah, Camat Ngronggot M. Ma’ruf yang wilayahnya terdapat kasus korona terbanyak mengatakan, pihaknya sudah memberi instruksi kepada kepala desa agar tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Termasuk kegiatan tahlilan yang sementara waktu ditiadakan. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa agar tidak mengadakan kegiatan yang mengundang kerumunan,” tandasnya. 

Sementara itu, tidak hanya kasus pasien terkonfirmasi positif saja yang bertambah. PDP juga bertambah dua orang menjadi 152 kasus. Selanjutnya, orang dalam pemantauan (ODP) juga kembali bertambah menjadi 105 kasus.Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) tetap 2.096 kasus dan orang dalam risiko (ODR) 45.062 kasus. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia