Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Yang Berani Lapor Diberi Bonus Rp 1 Juta

25 Juni 2020, 21: 59: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

PEDULI: Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati menunjukkan ruangan untuk menangani penyalahguna narkoba di kantornya kemarin.

PEDULI: Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati menunjukkan ruangan untuk menangani penyalahguna narkoba di kantornya kemarin. (Rendi Mahendra - radarkediri+)

Share this          

Hingga pertengahan 2020 ini ada 51 kasus dan 75 tersangka diungkap Satresnarkoba Polres Kediri Kota. Pengungkapan tersebut tak lepas dari peran serta masyarakat dalam memberi informasi pada kepolisian.

“Selama ini yang kita ungkap kebanyakan di tempat-tempat kos. Diduga di sana menjadi tempat transaksi,” ujar Kasatresnarkoba Polresta AKP Subijanto.

Menurutnya, yang paling banyak diamankan adalah pengguna. Termasuk para kurir dan beberapa pengedar. Dari 51 kasus yang diungkap, 26 terkait sabu-sabu (SS). Barang bukti (BB)-nya 68,72 gram. Lalu, psikotropika 2 kasus dengan BB 280 butir pil Etizolan dan 19 butir pil Riklona Clonazepam serta obat keras 23 kasus dengan BB 284.252 butir pil dobel L.

Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah kasus. Pada 2019 hanya 66 kasus dengan tersangka 88 orang. Sedangkan BB-nya 213,04 gram sabu, 84 butir ekstasi, 135,49 gram ganja, 1 botol liquid 15 mililiter dan 98.319 butir pil dobel L.

Untuk proses rehabilitasi, Subijanto menyebut, pihaknya melibatkan BNN Kota Kediri termasuk kejaksaan. Sebab, harus ada petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU) ketika melaksanakan asesmen terhadap penyalahguna narkoba.

“Untuk asesmen kita ajukan berdasarkan petunjuk jaksa. Itu pun tidak semuanya karena tergantung sampai mana keterlibatannya. Selama pengguna kita ajukan asesmen,” paparnya.

Jika yang bersangkutan merupakan jaringan pengedar, menurut Subijanto, meskipun direhabilitasi proses hukumnya tetap berjalan. “Yang paling banyak selama ini jenis pil dobel L dan sabu-sabu ,” jelasnya.

Di Kabupaten Kediri, sampai pertengahan Juni ini, Satreskoba Polres Kediri mengungkap 98 kasus. Sedangkan BNN Kabupaten Kediri satu kasus. Penindakan itu terkait penangkapan KH, 43, pengedar SS asal Jl Dandang Gendis, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Rabu (11/3). BNN mengamankan 7,66 gram sabu.

“Di BNN untuk seksi pemberantasan bertugas menindak setiap pengedar narkotika. Itu agar tak jatuh korban lebih banyak,” kata Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati.

Menurutnya, pada 2018 BNN kabupaten dapat meringkus bandar narkoba di Kecamatan Wates. “Dari bandar itu disita 221.00 butir pil dobel L, 354,7 gram sabu-sabu, dan satu paket ganja 19,83 gram,” ungkap Dewi.

Terpisah, Kasatreskoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara mengatakan, pihaknya mengungkap 98 kasus. Itu selama Januari hingga April 2020. Di antaranya mengungkap secara maraton pengedar SS dan pil dobel L pada Februari. BB sitaannya 1,28 ons sabu dan 1.006 butir pil dobel L.

Menurut Ridwan, kesulitan petugas mengungkap kasus narkotika karena sistem transaksinya diranjau. Pembeli tak langsung bertatap muka dengan penjual. Sementara itu, Dewi menyatakan, BNN Kabupaten Kediri menyediakan bonus bagi masyarakat yang bersedia melaporkan pengedar narkotika.

“Jika laporan itu terbukti benar, BNN menyediakan bonus Rp 1 juta untuk pelapor. Selain itu, identitas pelapor juga dirahasiakan demi keamanan,” pungkasnya. (sam/ren/ndr)

Grafis:\\

Polresta Kediri Ungkap Kasus Narkoba (Januari-22 Juni 2020)        

Zat Adiktif                             Jumlah        Tersangka

Narkotika                             22 Kasus   43 orang

Psikotropika                          2 Kasus        2 orang

Obat Keras                            23 Kasus   30 orang

Total                                     51 Kasus  75 orang

Polres Kediri Ungkap Kasus Narkoba (Januari –April 2020)

Zat Adiktif                             Tersangka

Narkotika                             47 orang

Psikotropika                          1 orang

Obat Keras                             66 orang

Total                                      114  orang

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia