Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dinas LH Rumuskan Persiapan Pembukaan RTH

Bahas Protokol Kesehatan Untuk Keamanan

25 Juni 2020, 13: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Alun

LENGANG: Eko Santoso, 40, berjalan melewati di Alun-alun Nganjuk, kemarin. Ruang terbuka hijau yang ditutup selama pandemi Covid-19 itu direncanakan akan dibuka kembali. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Lingkungan Hidup (LH) Nganjuk mulai merumuskan persiapan pembukaan sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Angin. Salah satunya Alun-Alun Nganjuk. Rencananya, teknis pembukaan ruang publik yang ditutup selama pandemi Covid-19 itu masih akan dibahas lebih lanjut.

Kepala Dinas LH Nganjuk Tri Wahjoe Kuntjoro mengatakan, pihaknya tidak bisa serta-merta membuka RTH di Nganjuk. Melainkan, perlu mempertimbangkan sejumlah aspek terkait persiapan new normal atau tatanan normal baru di Kota Angin. “Saya bersama tim masih membahas dan merumuskan hal tersebut,” ujar Tri kemarin.

Dinas LH, lanjut Tri, masih membuat konsep yang terbaik jika nantinya diputuskan RTH akan dibuka kembali untuk umum. “Kami susun dahulu protokol dan mekanismenya seperti apa,” lanjutnya.

Lebih jauh Tri menjelaskan, ada beberapa pertimbangan dalam pembuatan protokol kesehatan di RTH. Di antaranya, untuk membatasi jumlah pengunjung yang masuk ke ruang terbuka tersebut.

Meski demikian, dia menyadari jika dalam praktik di lapangan nanti akan ada banyak tantangan. Terutama untuk alun-alun yang memiliki empat pintu utama. Belum lagi pintu tambahan di tiap sisinya.

Kondisi tersebut menurut Tri menyulitkan untuk melakukan pengawasan dan pembatasan. Masalah-masalah itu yang saat ini sedang dibahas secara mendalam. “Bisa saja pintu masuk lainnya kami tutup dengan tali atau kawat. Lalu, tinggal menyisakan satu pintu utama untuk pengunjung,” terangnya.

Opsi itu menurut Tri juga masih ada celah. Yakni, saat masyarakat menerobos lewat celah pintu masuk lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tri mengaku tidak memiliki jumlah personel yang cukup. “Personel kami terbatas. Hanya petugas kebersihan dan tukang sapu,” tandas Tri.

Dikatakan Tri, dalam pelaksanaan new normal nanti, masyarakat memegang peranan penting. Jika mereka belum siap dengan kebiasaan-kebiasaan baru, pelaksanaan new normal bisa menjadi bumerang. “Saya juga tidak ingin kalau RTH dibuka ternyata menambah jumlah masyarakat yang terjangkit Covid-19,” ungkapnya.

Karenanya, meski sedang menyiapkan protokol kesehatan, Tri mengaku belum bisa memastikan waktu pembukaan RTH di Nganjuk untuk umum. “Kami juga berencana memberi batas waktu kunjungan. Rencananya, malam hari akan kami tutup lagi,” jelasnya sembari menyebut pengawasan pada malam hari akan lebih sulit dibanding siang hari.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia