Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pesta Sabu, Sopir Truk Dibekuk Polisi

25 Juni 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sabu

PESAKITAN: Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk mengamankan tiga pengedar sabu-sabu di wilayah Warujayeng, Tanjunganom pada Selasa (23/6) dini hari. (Satresnarkoba Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk- Rahman Elsa Habibi, 31; Iswanto, 27; dan Ayup Lesmono, 35, harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Nganjuk. Ketiga warga Tanjunganom tersebut dibekuk akibat penyalahgunaan sabu-sabu.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara mengatakan, tim Rajawali 19 telah melakukan pengintaian dan penyelidikan sebelumnya. “Sehari sebelumnya, tim sudah mengetahui ada transaksi sabu-sabu di wilayah Tanjunganom,” ujarnya kepada koran ini.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petunjuk mengarah kepada Rahman yang tinggal di Lingkungan Jetis, Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom. Tim Rajawali 19 pun akhirnya menyusun rencana untuk menggerebeknya.

Tim Rajawali menggerebek rumah Rahman sekitar pukul 02.30 Selasa (23/6) dini hari lalu. Saat itu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk tersebut tengah berpesta sabu-sabu bersama seorang kenalannya. “Yang bersangkutan (Rahman, Red) sedang mengonsumsi sabu-sabu di salah satu kamar di rumahnya,” jelas Roni.

Petugas pun langsung mengamankan Rahman. Sayang, seorang kenalannya yang turut mengonsumsi sabu-sabu bersamanya berhasil kabur dari petugas. Jika temannya berhasil kabur, tidak demikian dengan Rahman.

Dia tidak bisa mengelak setelah petugas menemukan beberapa barang bukti (BB) yang menguatkan. “Petugas menemukan dua paket sabu-sabu seberat 0,22 gram dan 0,24 gram,” terang mantan KBO Satlantas Polres Nganjuk tersebut.

Selain dua paket sabu-sabu, polisi juga mengamankan beberapa bukti lain di sana. Mulai seperangkat alat hisap serbuk kristal tersebut atau bong, pipet kaca, korek api, dan sebuah skop kecil dari plastik.

Berdasar hasil interogasi, Rahman mengaku membeli sabu-sabu tersebut bersama Iswanto. Kenalannya yang juga bekerja sebagai sopir truk seperti dirinya. “Keduanya mengaku membeli sabu-sabu secara patungan,” timpal Roni.

Atas interogasi tersebut, Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso memerintahkan timnya untuk melakukan pengembangan. Alhasil, Iswanto pun turut diamankan. “Tersangka kedua kami amankan saat ada di rumahnya di Desa Sidoharjo, Tanjunganom,” tuturnya.

Tak berhenti di sana, pengembangan kembali dilakukan. Iswanto mengaku mereka membeli sabu-sabu dari Ayup yang juga tinggal di Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom.

Ayup yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut akhirnya juga turut diringkus oleh petugas sekitar pukul 05.00. “Ia (Ayup, Red) mengaku mendapat sabu-sabu dari kenalannya di daerah Sidoarjo. Sekarang masih coba kami kembangkan ke sana,” pungkas Pujo.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia