Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Anak Usia 11 Tahun Positif Korona

4 Pasien Reaktif Dievakuasi ke Rumah Singgah

25 Juni 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis perkembangan korona nganjuk

grafis perkembangan korona nganjuk (ilustrasi: afrizal saiful mahbub- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Virus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa. Kemarin, anak perempuan berusia 11 tahun asal Baron dipastikan terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut. Bocah yang memiliki riwayat bepergian dari luar daerah itu langsung diisolasi di RSUD Kertosono. 

Juru Bicara Gugus Tugas Perce­patan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendri­yanto mengatakan, bocah perem­puan itu memiliki riwayat beper­gian dari Sidoarjo. “Selama ini pasien memang lebih banyak berada di Sidoarjo,” ujar Hendri.

Dia baru pulang ke Baron setelah sang ayah meninggal dunia. Meski gadis kecil itu dipastikan positif Covid-19 setelah hasil swab keluar, status ayahnya yang sudah meninggal belum diketahui.  

Hendri menyebut, siswa SD itu berada di Baron sejak 13 Juni lalu. Dia dibawa ke RSUD Ker­tosono setelah hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif pada 18 Juni lalu. “Pasien tidak memiliki keluhan sakit,” terangnya. 

Dengan penambahan satu pasien kemarin, total kasus positif Covid-19 di Nganjuk sebanyak 67 orang.  Sebanyak 32 orang di antaranya dinya­takan sembuh. Kemudian, tiga pasien meninggal dunia. Adapun 32 pasien lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Nganjuk dan Kediri.

Lebih jauh Hendri menjelas­kan, penambahan belasan pasien korona selama seminggu terakhir mayoritas merupakan transmisi dari luar daerah. Mereka tertular virus dari Sura­baya, Sidoarjo, Kediri, dan bebe­­rapa daerah lainnya. “Pasien yang tertular ini me­nularkan ke keluarganya hingga kenaikan kasus di Nganjuk menjadi besar,” tandasnya.  

Belajar dari pola penularan tersebut, Hendri mengajak masyarakat untuk terus mewaspadai korona. Termasuk, melindungi keluarga masing-masing dari potensi penularan. “Terapkan pola hidup sehat. Jangan gunakan barang-barang pribadi bersamaan. Tetap memakai masker kalau keluar rumah dan sering mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir,” pesannya. 

Sementara itu, meski kasus Covid-19 di Nganjuk sudah tembus 67 pasien, jumlah tersebut masih dimungkinkan akan bertambah lagi. Pasalnya, kemarin gugus tugas kembali melakukan evakuasi empat orang yang hasil rapid test-nya reaktif.

Empat orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) itu terdeteksi dari tracing atau pelacakan pasien terkonfirmasi positif korona sebelumnya. “Semua pasien yang hasil rapid-nya reaktif itu diisolasi di Rumah Singgah Pu Sindok,” jelas Hendri.

Untuk diketahui, keempat pasien yang dievakuasi ke Pu Sindok kemarin sore itu adalah gadis berusia 14 tahun asal Ngronggot. Dia sempat kontak dengan pasien positif korona ke 55 yang memiliki riwayat bepergian dari Surabaya.

Selanjutnya, PDP kedua adalah perempuan berusia 48 tahun asal Tanjunganom. Dia memiliki riwayat kontak dengan tetang­ganya, pasien terkonfirmasi positif ke 47 yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara Kediri. 

Kemudian, kakak beradik perem­puan berusia 11 tahun dan 18 tahun asal Loceret. Keduanya pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif ke 63. Seperti penanganan pada PDP lainnya, empat perem­puan tersebut menurut Hendri akan segera menjalani tes swab untuk mengetahui status mereka secara pasti.

Sementara itu, dengan penam­bahan empat orang kemarin, total PDP di Nganjuk sebanyak 152 kasus. Penam­bahan juga terjadi pada orang tanpa gejala (OTG) yang kemarin menjadi 2.097 kasus. “Penambahan ini dari hasil tracing orang yang kontak langsung dengan pasien positif tapi belum dilakukan rapid test,” tutur Hendri.

Selain dua kriteria tersebut, orang dalam risiko (ODR) juga bertambah menjadi 44.718 orang. “Kami terus melanjutkan tracing untuk memperkecil potensi penularan virus,” tegas Hendri. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia