Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

BNNK Nganjuk Amankan 33 Gram SS

Bekuk Sindikat Pengedar SS Antarkota di Jatim

24 Juni 2020, 12: 23: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

Sabu

TANGKAPAN BESAR: Kepala BNNK Nganjuk AKBP Bambang Sugiharto (kanan) menunjukkan barang bukti sabu-sabu 33 gram yang diamankan dari dua pria warga Magetan yang berbaju oranye di belakangnya. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- BNNK Nganjuk meringkus dua pengedar sabu-sabu antarkota di Jatim pada Minggu (21/6) lalu. Mereka adalah Agus Riyanto, 39, dan Niko Dimas Irawan, 26. Dari tangan kedua warga Magetan tersebut, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 33 gram.

Penangkapan keduanya diungkapkan oleh Kepala BNNK Nganjuk AKBP Bambang Sugiharto kemarin pagi. Menurutnya, kedua pengedar tersebut terlibat dalam jaringan Magetan-Surabaya. “Kedua tersangka diamankan oleh tim kami di jalur tol masuk Saradan kilometer (km) 626 sekitar pukul 20.30,” ujar Bambang.

Sebelumnya, menurut Bambang tim BNNK sudah membuntuti dan mengintai gerak-gerik keduanya. Setelah memastikan keduanya melakukan transaksi, mereka baru diringkus.

Saat dilakukan penggeladahan kendaraan yang digunakan tersangka, tim BNNK menemukan sabu -sabu seberat 33 gram atau sekitar Rp 49,5 juta. “Jangan dilihat dari total nominalnya. Tapi kita lihat dari berapa banyak korban yang bisa diselamatkan dari bahaya peredaran narkotika golongan satu ini,” tuturnya.

Berdasarkan kalkulasinya, satu gram amphetamine itu biasa digunakan oleh empat orang atau lebih. Dengan menyita sabu-sabu seberat 33 gram, Bambang menyebut ada 160 calon korban yang dapat diselamatkan.

Dikatakan Bambang, dua tersangka itu merupakan residivis kasus serupa. Oleh karena itu, Bambang memperkirakan hukuman yang akan didapat keduanya cukup berat. Minimal hukuman penjara 5 tahun hingga maksimal 20 tahun.

“Bahkan bisa saja dilakukan eksekusi. Soalnya yang satu jebolan Rutan Medaeng (Sidoarjo). Satunya jebolan Rutan Salemba (DKI Jakarta),” timpal Bambang.

Di depan tim BNNK, keduanya mengakui memanfaatkan masa pandemi Covid-19 ini untuk melancarkan aksinya. Mereka juga menggunakan tipu daya jika sabu-sabu tersebut tersebut dapat meningkatkan imun dan menghilangkan kejenuhan. “Seolah-olah apabila menggunakan ini (sabu-sabu, Red) bisa menimbulkan efek euforia, sehingga tidak jenuh dan capek,” tandasnya.

Atas perbuatan keduanya, BNNK Nganjuk langsung melakukan penahanan. Meski Agus dan Niko adalah warga Magetan dan diamankan di Saradan, namun kewenangannya memang masih milik BNNK Nganjuk. “Wilayah aksinya berada di sekitar Magetan, yang masih termasuk dalam wilayah operasi BNNK Nganjuk,” tegas Bambang.

Untuk diketahui, selain mengamankan puluhan gram sabu-sabu,BNNK juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Antara lain ratusan plastik klip, dua alat timbangan, seperangkat alat hisap sabu, ponsel, dan buku tabungan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia