Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tak Lolos Verifikasi, Pendaftar Cabut Berkas

Pagu Rerata Nilai 24 Sekolah Sudah Penuh

24 Juni 2020, 18: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

VERIFIKASI: Tim PPDB SMPN 1 Nganjuk meneliti berkas persyaratan yang diunggah pendaftar kemarin.

VERIFIKASI: Tim PPDB SMPN 1 Nganjuk meneliti berkas persyaratan yang diunggah pendaftar kemarin. (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pendaftaran jalur prestasi untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP baru berakhir pukul 23.59 nanti malam. Meski demikian, siswa yang rerata nilainya jauh di bawah peserta lain memilih mundur dan mencabut berkasnya. Demikian pula siswa yang menye­rahkan piagam prestasi tak sesuai persyaratan.

Untuk diketahui, dari total 54 SMP negeri di Kabupaten Nganjuk, kemarin total ada 24 sekolah yang jumlah pendaftar jalur prestasi rerata nilai mereka melebihi pagu. Jumlah pendaftar yang berada di luar pagu untuk tiap sekolah beragam. Mulai belasan hingga puluhan siswa.

Sehingga, dari total 24 sekolah tersebut dipastikan ada ratusan siswa yang tidak diterima. Pilihan yang bisa diambil adalah mencabut berkas dan mendaftar kembali di jalur lainnya.

Terkait mulai banyaknya siswa yang mencabut berkas, Kepala Dinas Pendidikan Mokhamad Yasin membenarkannya. Me­nurut Yasin, pendaftaran online membuat siswa lebih mudah memantau posisinya di sekolah yang dituju.

“Siswa yang nilainya rendah akan tergeser pendaftar lain yang nilainya lebih tinggi,” ujar Yasin. Siswa yang nilainya terlempar dari pagu sekolah, otomatis akan berada di garis merah. Artinya, siswa tersebut dipastikan tidak diterima di sekolah karena nilainya kalah bersaing dengan pendaftar lain yang berhasil masuk ke pagu sekolah. 

Yasin menjelaskan, peringkat untuk rerata empat mata pelajaran yang jadi syarat jalur prestasi sudah dihitung oleh sistem. Yakni, untuk nilai bahasa Indonesia, IPA, matematika, dan PKn. Karenanya, siswa yang nilainya lebih rendah otomatis tergeser di sistem. “Siswa yang tidak aman mencabut berkas untuk men­daftar di jalur lain saat pembukaan nanti,” lanjutnya sembari me­nyebut masih ada jalur afirmasi dan jalur zonasi.

Sementara itu, pencabutan berkas pendaftar di antaranya terjadi di SMPN 1 Nganjuk. Kemarin, sudah ada puluhan siswa yang mencabut berkas karena kalah bersaing dengan pendaftar lain. 

 Ketua PPDB SMPN 1 Nganjuk Samsudin mengatakan, pada hari pertama PPDB Senin (22/6) lalu, total ada 170 siswa yang mendaftar. Adapun kemarin tinggal 113 pendaftar. Mereka memperebutkan pagu jalur prestasi rerata nilai sebanyak 43. “Ada puluhan yang sudah mencabut berkasnya,” ujar Samsudin tentang jumlah pendaftar yang menyusut itu.

Dikatakan Samsudin, rata-rata nilai tertinggi di jalur prestasi SMPN 1 Nganjuk adalah 96. Adapun yang terendah sampai kemarin sebesar 91. Otomatis nilai di bawah tersebut sudah berada di garis merah atau berada di luar pagu sekolah.

Untuk memantau pencabutan berkas, menurut Samsudin panitia telah menyediakan layanan khusus bagi pendaftar. Mereka bias menghubungi lewat telepon dan WhatsApp. “Semua sekolah membuka layanan call center,” lanjutnya. 

Selain membuka layanan secara virtual, sekolah juga melayani orang tua siswa yang kesulitan men­daftarkan anaknya. Hingga kemarin menurut Samsudin ada beberapa orang tua yang datang ke sekolah untuk meminta bantuan proses pendaftaran. “Jumlahnya tidak banyak,” terangnya sembari menyebut ada banyak orang tua yang menelepon ke sekolah menanyakan terkait kriteria piagam lomba untuk mendaftar jalur prestasi perlombaan. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia