Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Pilkada di Era New Normal

23 Juni 2020, 21: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkada di Era New Normal

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

“Kekhawatiran ini sangat mungkin menjadikan angka golput tinggi karena partisipasi warga menyusut rendah.”

 

Oleh : Nia Sari

 

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah sarana bagi setiap warga negara untuk  mewujudkan hak konstitusionalnya. Pilkada juga menjadi penanda spirit demokrasi yang menggairahkan rakyat dalam mengekspresikan kedaulatan politik yang dimilikinya. Jaminan kebebasan memilih pemimpin sesuai kepentingan dan cita-cita warga negara sangatlah dijamin dalam pelaksanaan Pilkada.

Jabatan kepala daerah merupakan amanat rakyat yang sudah ditentukan waktunya (fixed term). Pelaksanaan Pilkada dimasa pandemi Covid-19 tentu menuntut perhatian melampaui masa sebelumnya.  Adalah menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa ini dan terutama bagi penyelenggaranya. Bukan soal gampang menegakkan demokrasi di tengah situasi pandemi Covid-19. Karena, tidak ada seorang ahli yang bisa mengatakan secara pasti kapan pandemi Covid-19  ini akan berakhir.

Pada Maret 2020, KPU menunda  empat tahapan pemilihan. Rapat Dengar Pendapat antara KPU dengan Komisi II DPR, Menteri Dalam Negeri, Bawaslu, dan DKPP, telah dilaksanakan pada 27 Mei 2020.  Rapat termaksud menyepakati penundaan lanjutan tahapan pilkada. Yakni dimulai pada 15 Juni 2020.  Pemungutan suara dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Sebagian warga negara merasa takut jika pilkada dilangsungkan pada tahun ini. Kekhawatiran tertular Covid-19 menjadi penghalang orang datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Bisa jadi jika warga tak hati-hati akan ada peningkatan penderita korona. Menjadi wajar jika kemudian muncul istilah Klaster Pilkada.

Kekhawatiran ini sangat mungkin menjadikan angka golput tinggi karena partisipasi warga menyusut rendah. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi KPU ketika melaksanakan pilkada di era yang dipahampaksakan sebagai era new normal. KPU harus menyelenggarakan pilkada yang tetap berintegritas dan sehat untuk menghasilkan kualitas pemimpin yang berintegritas juga.

KPU harus menjamin pelaksanaan Pilkada 2020 berintegritas dan aman bagi pemilih, peserta, dan penyelenggaranya. KPU memastikan kesetaraan kompetisi diantara para calon, hak pemilih dalam pilkada dan independensi penyelenggaraannya. KPU harus memastikan tidak ada gangguan ketertiban  saat berlangsung pilkada. Pemerintah memfasilitasi penerapan  protokol Covid-19 dan dukungan kesehatan bagi penyelenggara pilkada.

Sebagai penyelenggara pilkada, KPU sangat memerhatikan keselamatan serta kesehatan siapapun yang terlibat pelaksanaannya. Akan menjadi baik jika sejak jauh hari sudah dibuat kerjasama dengan sejumlah pihak yang memiliki otoritas penanganan Covid-19 di tingkatannya masing-masing. Kerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tak boleh dilalaikan. Terutama terkait teknik pelaksanaan hak pilih bagi pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19.  KPU harus tetap bisa menjamin pelaksanaan hak politik bagi setiap  warga negara tanpa melihat keadaannya. Harus ada perlakuan khusus jika ada pemilih yang terpapar Covid-19.

Perubahan manajemen pemilu bersama penerapan protokol Covid-19 dan penggunaan digitalisasi dalam beberapa tahapan pilkada diharapkan bisa menjamin keamanan kesehatan pemilih, peserta dan penyelenggara Pilkada. Mungkin dapat dipertimbangkan penggunaan media daring dalam tahapan pemilu. Bimbingan teknis bagaimana pemilihan di TPS, pengenalan calon, dan kampanye, sangat mungkin menggunakan media jaringan (daring).

KPU harus memperhatikan beberapa protokol Covid-19 dalam area TPS. Protokol termaksud antara lain (1) pemilih dan  petugas  KPPS wajib menggunakan masker , (2) mencuci tangan dengan menggunakan sabun di tempat yang sudah disediakan petugas, (3) dilarang bersalaman dan selalu jaga jarak dengan petugas atau pemilih yang lain, (4) cek suhu tubuh sebelum masuk ke TPS, (5) menggunakan sarung tangan plastik yang sudah disediakan oleh petugas, (6) menyemprot dan  membersihkan alat kerja dan area TPS dengan cairan disinfektan.

Menghadapi Pilkada di era new normal butuh  dukungan semua pihak.  Semua anggota masyarakat, terutama yang memiliki hak pilih  harus ikhlas menerapkan semua anjuran protokol kesehatan. Ini semua demi mewujudkan Pilkada yang tetap aman, demokratis dan dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas sekalipun pelaksanaanya ditengah gempuran wabah. (penulis adalah alumnus S-3 FKM Unair dan Komisioner KPU Kota Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia