Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Wisata Gunung Kelud Masih Tutup, Pengunjung Terpaksa Putar Balik

22 Juni 2020, 18: 09: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

gunung kelud

BELUM BUKA: Pengunjung memutar balik kendaraannya saat melihat imbauan kawasan wisata Gunung Kelud masih ditutup kemarin. (Fajar Rahmad - radarkediri)

Share this          

KEDIRI - Jalur transportasi menuju wisata Gunung Kelud terlihat ramai pada akhir pekan kemarin (21/6). Kendaraan bernomor polisi luar Kediri banyak dijumpai. Jalan sepanjang Wates-Ngancar pun padat.

Namun karena kondisi Kabupaten Kediri belum menunjukkan tanda new normal dari Covid-19, kawasan wisata tersebut masih ditutup. Akibatnya, para wisatawan terpaksa harus putar balik.

Hal itu dirasakan Sutrisno, 35, warga Desa/Kecamatan Wates, yang bersama istrinya hendak menghabiskan akhir pekan di Gunung Kelud. Namun 100 meter sebelum pintu masuk, dia diingatkan oleh papan imbauan bila kawasan wisata tersebut masih tutup.

Padahal sebelumnya Sutrisno mengira sudah dibuka. Itu karena setiap hari ia melihat banyak kendaraan berlalu-lalang ke Kelud. “Saya juga melihat info wisata di daerah lain seperti di Malang sudah dibuka. Maka dari itu saya mencoba ke Kelud. Eh ternyata tutup,” akunya yang kemarin berkendara dengan sepeda motor.

Sutrisno hanya bisa berharap bila Kabupaten Kediri dapat segera dalam keadaan normal baru. Sehingga masyarakat bisa menikmati wisata dengan protokol kesehatan yang ditetapkan. Selain itu, pelaku usaha di area wisata juga bisa kembali mengembangkan usahanya.

Menurut Gunawan, petugas wisata Gunung Kelud, setiap hari memang terdapat wisatawan yang berkunjung. Namun mereka akhirnya putar balik. Itu setelah mengetahui papan imbauan dan pintu gerbang yang masih tertutup. Bahkan warga lokal pun dilarang memasuk area wisata, kecuali demi kepentingan tertentu.

“Padaha sudah kami pasang papan imbauan di jalan turunan itu Mas. Tapi masih ada aja kendaraan yang putar balik di depan gerbang,” jelasnya.

Laki-laki yang kemarin memakai seragam berwarna hijau tua itu menceritakan, setiap hari puluhan wisatawan mampir ke gerbang Gunung Kelud. Lalu, mereka langsung putar balik tanpa bertanya apapun kepada petugas yang menjaga. Bahkan pelaku usaha yang biasanya mendirikan usaha di dalam area wisata pun harus menutup warungnya dan kembali bertani.

Kemarin siang pun, Gunawan menerima warga lokal yang ingin masuk area wisata. Mereka beralasan hendak meninjau kebun milik saudaranya yang berada di dalam area Kelud, tapi petugas tidak langsung percaya. Petugas harus tahu dan kenal pemilik dari tempat yang dituju oleh warga tersebut.

Ketika dikonfirmasi koran ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan, semua wisata masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Bahkan pihak dinas dan Polres Kediri masih akan melakukan simulasi pada Senin ini (22/6). Agendanya ke Kampung Anggrek sebagai wisata tangguh.

“Saya khawatir sebenarnya bila wisata dibuka nanti akan terjadi lonjakan pasien korona. Seperti yang saya ketahui terjadi di luar negeri,” jelasnya.

Suwignyo memahami bila banyak masyarakat yang berharap wisata di Kabupaten Kediri bisa segera dibuka. Namun wilayah kabupaten masih belum ada tanda-tanda untuk normal baru. “Nanti bila wisata telah dibuka, dinas pariwisata segera menyebarkan informasi melalu media sosial,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia