Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ganjil Genap untuk Pedagang Pasar, Ada Kaitannya dengan Tanggal Lahir

10 Juni 2020, 19: 44: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar bandar

ADA ATURAN: Pengunjung melintas di lorong Pasar Bandar kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Rencana penerapan aturan ganjil genap di pasar-pasar tradisional mulai mendapat respons para pedagang. Sebagian pedagang merasa aturan yang akhirnya ditujukan untuk mereka itu bisa membuat penghasilan menurun.

Sebelumnya, dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagin) menyiapkan aturan ganjil genap di pasar-pasar tradisional. Yang menjadi sasaran aturan ini adalah para pedagang. Dengan melihat tanggal lahir atau nomor lapak. Pasar Bandar di Kecamatan Mojoroto yang, kabarnya, akan menjadi uji coba.

Salah seorang pedagang yang mengeluhkan rencana tersebut adalah Munadiroh, 39. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan harian adalah dari hasil penjualan pada hari itu. Bila peraturan tersebut diterapkan Munadiroh merasa pendapatannya bakal berkurang banyak.

radar kediri tv

Klik link di bawah ini untuk video tentang Senam Imun di Pasar Bandar Kediri. (RKTV)

Klik tautan ini dan saksikan video Radar Kediri TV Jaga Imun Tubuh, Pedagang Pasar Bandar Rutin Senam Pagi

“Nanti kalau sehari buka sehari tutup pembeli pasti berkurang,” keluh penjual makanan ini. Selama ini dalam sehari Munadiroh mengaku mendapatkan Rp 200 ribu.

Kepala Pasar Bandar Agus Setyo Budi mengatakan, kondisi di pasar memang mengalami penurunan penjualan. Karena itulah rencana penerapan aturan ganjil genap belum bisa direalisasikan.

“Banyak pedagang yang menjual barang titipan, yang penghasilannya sesuai dengan banyak barang yang laku,” ungkap Agus.

Menurut Agus, pembeli memang masih ada di pasar yang dia kelola itu. Tapi menurun hingga 30 persen dibanding sebelum masa pandemi. Selama ini yang meramaikan Pasar Bandar adalah siswa dan santri pondok pesantren.

Sekolah dan pesantren memang bertebaran di sekitar pasar. Sayangnya, karena penerapan belajar di rumah pengunjung yang berasal dari kelompok itu hampir tidak ada lagi. Karena itu Agus juga berharap ada peninjauan kembali pada rencana pengaturan ganjil genap tersebut.

Klik tautan ini dan saksikan video Radar Kediri TV Jaga Imun Tubuh, Pedagang Pasar Bandar Rutin Senam Pagi

Sementara itu, kondisi Pasar Bandar setelah pemberlakukan physical distancing terlihat rapi. Bahkan, dengan aturan tersebut pedagang yang selama ini berada di zona merah akhirnya bisa mendapat lapak.

Sebelumnya ada sekitar 50 pedagang dari 300-an pedagang di pasar ini yang tak punya lapak. Mereka berjualan di zona merah. Yaitu zona yang sebenarnya diperuntukkan untuk pengunjung, bukan pedagang. Lokasi zona merah ini berada di dekat tangga atau lokasi yang seharusnya untuk tempat berlalu lalang.

“Penataan lapak ini adalah upaya untuk menata pasar agar tidak ramai pada satu titik saja,” terang Agus.

Pedagang yang baru mendapatkan lapak itu yang sudah tercatat lama berdagang di Pasar Bandar. Dengan mendapatkan lapak mereka memiliki status dan hak. Sedangkan bila berjualan di zona merah bila ada pembongkaran mereka tak mendapat ganti rugi.

Pengaturan itu juga membuat ada jarak antara satu lapak dengan lapak lain. Pengunjung juga tidak lagi terlihat berkerumun ketika melakukan transaksi. Penerapan peraturan jaga jarak ini sudah dilakukan selama dua minggu.

Pasar Bandar dianggap sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan korona dengan baik. Selain menerapkan jaga jarak pedagang, juga menyediakan alat penunjang. Yaitu 16 tempat cuci tangan yang tersebar di lokasi pasar.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia