Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pendaftar Hanya Bisa Pilih Dua Jurusan

Calon Siswa SMK Ambil PIN Kemarin

09 Juni 2020, 12: 32: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

PPDB (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pendaftaran siswa baru untuk SMA/SMK dibuka pada 15-16 Juni nanti. Meski dibuka bersamaan, pendaftar SMA dan SMK harus cermat. Pasalnya, teknis keduanya berbeda. Untuk SMK, siswa hanya bisa memilih maksimal dua jurusan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, teknis pendaftaran di SMK memang berbeda dengan SMA. “Pendaftar SMK hanya boleh memilih dua jurusan saja. Bisa di satu sekolah, bisa di sekolah yang berbeda,” ujarnya.

Dikatakan Edy, seleksi di SMK negeri tahun ini tidak lagi menggunakan tes. baik tes bakat dan tes praktik semua ditiadakan. Adapun yang menentukan mereka lolos di sekolah adalah pemeringkatan dari rata-rata nilai rapor empat mata pelajaran. Yakni, IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk lima semester.

Dalam proses seleksi, siswa akan diutamakan di jurusan pilihan pertama. Jika jurusan pertama tersebut sudah penuh, otomatis siswa akan bersaing untuk merebut pagu sekolah di jurusan kedua.

Khusus untuk SMK, lanjut Edy, tidak ada sistem zonasi. “Seleksinya murni dari peringkat dari rapornya,” lanjut Edy.

Dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB), Edy mengingatkan agar calon siswa benar-benar cermat untuk memilih sekolah. Termasuk untuk menimbang apakah mereka akan mendaftar di SMK atau SMA. Sebab, siswa yang telanjur mendaftar di SMK negeri, tidak bisa mendaftar di SMA negeri. “Datanya sudah masuk sistem dan sistem akan menolak,” terangnya.

Bagaimana jika dua jurusan yang dituju pendaftar semuanya penuh dan kalah nilai? Edy menyebut pendaftar tersebut otomatis tidak bisa lagi memilih SMK negeri. Alternatifnya, siswa bisa memilih SMK swasta. Kondisi tersebut menurut Edy baru terjadi jika pagu jalur reguler sebanyak 75 persen sudah tercukupi.

Untuk diketahui, seperti halnya SMA, pendaftaran SMK dibagi dalam beberapa jalur. Selain jalur reguler sebesar 75 persen, ada pula jalur afirmasi sebesar 15 persen. Kemudian, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua masing-masing lima persen.

Dengan berbagai jalur yang disiapkan ini, Edy meminta calon siswa untuk menimbang lebih dulu sekolah yang dituju. Termasuk menghitung peluangnya untuk bisa diterima di sekolah tersebut.“Kalau masih ada yang bimbang akan melanjutkan sekolah atau tidak, saya sarankan tetap mengambil PIN pendaftaran yang dibuka hari ini (kemarin, Red),” bebernya sembari menyebut pengambilan PIN akan dibuka hingga 20 Juni nanti.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia