Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Info Korona Kediri: Pantau Intensif Para OTG di Wisma Atlet

03 Juni 2020, 22: 49: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Data Korona Kediri

Data Korona Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

 KABUPATEN, JP Radar Kediri – Upaya memutus penyebaran penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri terus dilakukan. Salah satunya menangani mereka yang terkonfirmasi positif yang kini menjalani isolasi. Baik mandiri maupun di lokasi yang disiapkan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri memastikan mereka yang dikarantina di Wisma Atlet, Pare dalam kondisi baik. Untuk empat orang tanpa gejala (OTG) yang kini dikarantina di sana, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Yaya Mulyana menegaskan bahwa kondisi mereka baik.

“Setiap hari petugas dari puskesmas selalu melakukan pemantauan. Baik datang langsung ke lokasi karantina maupun melalui telepon,” ujarnya.

Mereka yang isolasi di tempat tersebut, Yaya menyebut, sudah melalui pertimbangan matang. GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri tak serta merta memaksa mereka untuk isolasi di lokasi yang disiapkan.

Yaya menerangkan bahwa ini merupakan hasil dari penilaian dari GTPP dan masyarakat sekitar yang bersangkutan. “Ketika dinilai bahwa yang bersangkutan perlu ke wisma atlet, kemudian  dikomunikasikan dengan keluarganya dan pasien,” terangnya.

Hal yang dikomunikasikan itu antara lain adalah kondisi tempat tinggal pasien dan jumlah keluarga. Sehingga isoasi di wisma atlet ini atas kemauan pasien positif tersebut. “Ada pasien yang kondisi rumahnya hanya ada dua tempat tidur, dari sisi ruangan kecil. Kemudian ada juga yang dalam satu rumah jumlah keluarganya banyak, termasuk ada anak kecil dan ibu menyusui,” ungkapnya.

Pertimbangan lain adalah ada keluarga pasien yang memiliki riwayat penyakit lain. Sehingga sangat rentan dan berisiko jika tetap tinggal atau isolasi mandiri satu rumah. Untuk empat OTG di Wisma atlet, mereka adalah pasien asal Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, dan Kecamatan Mojo. Semuanya merupakan kasus baru dan kemarin melakukan swab test kedua untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

Bahkan di lokasi dilakukan swab 6 orang. Empat merupakan OTG yang isolasi di wisma atlet, sementara dua lainnya OTG dari klaster TKHI yang kontak dengan kasus pertama Kabupaten Kediri. “Untuk yang empat orang ini mengetahui swab kedua dan semoga negatif. Sehingga jika demikian untuk swab ketiga nanti apabila negatif berturut-turut maka bisa pulang,” ungkapnya.

Sementara untuk dua OTG dari kasus pertama dari swab test sebelumnya sudah dinyatakan negatif. Sehingga swab kemarin tinggal penentuan akhir untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar sudah terbebas korona atau belum.

Di lokasi karantina, Yaya menyampaikan bahwa pasien melakukan aktivitas yang diupayakan membantu peningkatan imunitas mereka. Seperti olahraga, berjemur dan sebisa mungkin membuat mereka senang. Salah satunya juga kenyamanan tempat tidur.

“Rencanannya nanti aka nada tim relawan yang mengajak senam. Jadi mereka di sini ada hiburan untuk meningkatkan mental agar tidak drop,” tambahnya.

Sementara itu, diketahui bahwa tadi malam terdapat lima tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Jubir GTPP dr Ahmad Chotib dalam rilisnya menyampaikan bahwa rinciannya adalah dua kasus asal Klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung. Keduanya merupakan warga Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah yang saat ini isolasi mandiri.

“Ada lagi 1 kasus Klaster Surabaya, yakni warga Desa Sebet, Kecamatan Plemahan yang saat ini dirawat di RSKK,” ungkap Chotib.

Sementara dua kasus lain merupakan klaster baru. Chotib menyebut untuk dua kasus ini masih dilakukan tracing lebih lanjut untuk menentukan riwayat dan masuk klaster penularan mana.

“Dua kasus klaster baru  yakni satu orang warga Desa Kencong, Kecamatan Kepung, dirawat di RSKK,” jelasnya. Sementara satu orang lagi merupakan warga Desa Puhsarang, Kecamatan Semen. Dia dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia