Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Sudaryati, Warga Betet yang Berbagi Sayur dan Lauk Gratis saat Pandemi

Kulakan Tiap Petang, Dipak Sendiri

03 Juni 2020, 22: 41: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

berbagi warga betet

PEDULI: Sudariyati mempersiapkan paket sayur-mayur dan lauk yang dibagikan cuma-cuma untuk warga tak mampu di depan rumah, kemarin pagi. (Sudaryati for radarkediri)

Share this          

Meski jauh dari rumah, anak-anak Sudariyati membantu warga di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren. Setiap pagi, diwaliki sang ibu yang tinggal di rumah, mereka berbagi sayur dan lauk gratis kala pandemi Covid-19 belum usai.

IQBAL SYAHRONI, KOTA, JP Radar Kediri

Selasa pagi kemarin (2/6), tembok dengan tinggi sekitar 80 sentimeter (cm) itu tampak kosong. Di jalanan gang RT 21/RW 08 Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri terlihat ada poster kecil yang tertempel di pagar beserta besi pengait.

Poster tersebut bertuliskan “Monggo diambil, satu paket untuk satu keluarga, gratis”. Di poster sebelahnya juga bertuliskan “Gratis kagem (untuk) yang membutuhkan. Bebas kagem (untuk) menambahkan”.

Dari balik pagar terlihat ada perempuan berbaju biru. Dia hendak keluar. Perempuan ini adalah Sudariyati. Pemilik rumah yang pagarnya digunakan untuk canthelan kresek yang berisi sayur dan sembako. “Sudah habis Mas, tadi pagi sekitar jam 07.00-an,” ujarnya.

Perempuan kelahiran tahun 1955 ini menjelaskan bahwa setiap pagi selalu  menyiapkan sebanyak sepuluh bungkus paket sayur dan lauk. Setelah ditempatkan di kresek, lalu digantung di gerbang rumah. Siapa pun boleh mengambil. Tetapi satu paket saja. “Tidak perlu diawasi juga Mas. Semoga dapat membantu,” terang Sudariyati.

Sudah sejak satu minggu yang lalu, Sudariyati melakukan kegiatan ini. Awalnya, ide bermula dari anak-anaknya yang saat ini sedang berada di perantauan. Kedua anaknya merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jogjakarta.

Di rumahnya, Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Sudaiyati yang melakukan pengepakan. Dia pula yang menggantungnya di depan rumah. Sedangkan anak-anaknya yang menjadi pencetus, saat ini berada di Balikpapan, dan berada di Amerika.

Mereka yang membantu dengan dana untuk berbagi pada tetangga di sekitar rumah. Karena pandemi ini menyebabkan beberapa tetangga terganggu pendapatannya. Meski sudah ada bantuan dari pemerintah, baik pusat dan daerah, hanya kebutuhan sehari-hari misalnya sayur segar masih dibutuhkan.

Setiap sore menjelang petang, Sudariyati memesan sepuluh paket kepada tukang sayur langganannya. Paket tersebut terdiri dari sayuran, minyak goreng, bumbu, dan lauk. Diperkirakan satu paket mencapai sekitar Rp 10 ribu. “Kalau sekarang, ya sudah habis Mas,” imbuhnya.

Mengapa membeli dari tukang sayur langganannya? Sudariyati mengaku bahwa di tengah pandemi Covid-19 seperti ini juga terus melakukan usaha untuk sebisa mungkin tidak berpergian. Anaknya pun juga melarangnya.

Jadi upaya untuk membantu warga sekitar ini juga secara langsung membantu pedagang sayur langganannya. Setelah memesan pada sore hari, pagi harinya, pedagang sayur datang. Sudariyati pun melakukan pengepakan, dan juga membagikan sayuran dengan rata. Agar semuanya terbagi.

Melalui ibunya, anak Sudariyati juga berpesan bahwa di tengah pandemi yang menghentikan beberapa kegiatan sehari-hari ini, dapat menyebar kebaikannya. Jadi agar siapapun, yang merasa ingin berbagi, berapapun jumlahnya, bisa dilakukan oleh mereka sendiri. Baik di rumah, di lingkungan, ataupun juga melalui yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah daerah sendiri.

Karena di Kota Kediri, ada layanan berbagi secara bersama juga yang dikelola oleh Pemkot Kediri, seperti Si Jamal. Yang berbagi kepada warga yang membutuhkan di tengah Pandemi Covid-19. Atau yang baru diresmikan bersama oleh Polda Jatim dan Polres Kediri Kota bersama, yakni Kampung Tangguh.

“Di Betet sendiri juga termasuk kampung tangguh, juga. Insya Allah bila saling berbagi, tidak akan dikurangi rezekinya,” terang Lurah Betet Surono.

Pukul 07.00 WIB, paket tersebut digantungkan di pagar rumahnya. Di sampingnya diberi tulisan bahwa paket ini gratis, siapapun boleh mengambil. Satu keluarga mengambil satu paket agar banyak orang kebagian. Lima hingga sepuluh menit, paket tersebut langsung habis.

Tetangga-tetangga yang membutuhkan, tukang becak yang kebetulan lewat dan juga orang yang melintas. Mereka mengambil satu-satu saja, tidak lebih. Meski tidak diawasi, tidak ada yang mengambil lebih dari satu paket. Pesan yang sederhana ini diharapkan dapat menyebar dan menjadi luas, agar masyarakat selalu berbagi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia