Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gelapkan Uang Toko, Karyawan Dipolisikan

Total Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta

03 Juni 2020, 12: 57: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Penipuan

TILAP: Penyidik Unit II Pidum Satreskrim Polres Nganjuk memeriksa Wenda atas kasus penggelapan uang yang dilakukannya. (Humas Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Arswenda Eka Rianto, 23, harus berurusan dengan Unit II Pidum Satreskrim Polres Nganjuk. Perempuan kelahiran Jombang itu dibekuk polisi pada Jumat (29/5) lalu. Pasalnya, ia diduga melakukan  penggelapan uang di toko besi Lestari di Desa Kampungbaru, Tanjunganom tempatnya bekerja.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, satreskrim mulai melakukan penyelidikan setelah pemilik toko melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nganjuk.

“Setelah cukup alat bukti, tersangka akhirnya kami amankan di rumah orang tuanya di Desa Sonoageng, Prambon,” ujar Roni kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Setelah diamankan oleh petugas, Wenda pun digelandang menuju Polres Nganjuk. Di sana, perempuan berkerudung tersebut langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit II Pidum Satreskrim Polres Nganjuk.

Untuk diketahui, Wenda bekerja di toko besi sejak pertengahan Oktober 2018 silam. Namun, ia telah keluar dari tempatnya bekerja itu sejak pertengahan Februari 2020 lalu. “Di toko besi tersebut tersangka bekerja sebagai kasir,” lanjutnya.

Berdasar keterangan Roni, modus yang dilakukan Wenda adalah dengan cara menggelapkan uang hasil penjualan barang dagangan di sana. Kasus penggelapan itu dilakukan tersangka tidak hanya sekali-dua kali. Diduga kuat, modus penipuan tersebut telah dilakukannya terhadap beberapa konsumennya.

Tersangka menipu bosnya dengan mengaku jika beberapa konsumen yang beli di sana masih berhutang. Padahal, konsumen yang bersangkutan membeli barang dagangan secara tunai. Uang itulah yang digelapkan oleh Wenda. “Form setoran yang diberikan kepada pemilik toko ditulis masih hutang atau masih ada tagihan ,” sambung Roni.

Uang yang digelapkan Wenda sendiri ditaksir mencapai ratusan juta. “Pemilik toko mengaku dirugikan sebesar RP 227 juta,” tandas perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.

Lebih jauh, uang hasil penggelapannya tersebut digunakan Wenda untuk kebutuhan sehari-harinya. “Tersangka juga mengaku menggunakan uang untuk membayar hutang dan pinjaman secara online,” pungkas mantan KBO Satlantas Polres Nganjuk tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia