Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Keluarga PDP Jalani Isolasi Mandiri

03 Juni 2020, 12: 55: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

PROAKTIF: Perwakilan dinsos dan pemerintah desa berdiskusi dengan keluarga PDP asal Desa Banjarsari, Ngronggot yang menjalani isolasi mandiri kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, meski pria berusia 34 asal Desa Banjarsari, Ngronggot yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) sudah meninggal Rabu (27/5) lalu, keluarganya harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, hasil tes swab pasien tersebut belum keluar. Kemudian, anaknya yang berusia dua tahun dinyatakan reaktif hasil rapid test-nya.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, balita itu kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan diharuskan menjalani isolasi mandiri bersama keluarganya. Terkait isolasi keluarga PDP ini, Kades Banjarsari Purnomo mengatakan, pihaknya sudah memberi pemahaman kepada warga agar tidak memberi stigma negatif kepada keluarga ini. “Kami beri perlindungan. Sejauh ini tidak ada masalah,” ujar Purnomo.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan, sejak sang ayah meninggal minggu lalu, warga bergotong royong meringankan beban mereka. Termasuk ada yang menggalang donasi untuk mereka.

Di saat yang sama, pemerintah desa terus memberi pemahaman agar warga sekitar tidak mengucilkan keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri itu. “Desa akan terus memberi wawasan kepada warga khusunya para tetangga PDP,” lanjutnya.

Purnomo menyebut pihaknya sudah melibatkan semua perangkat hingga ke RT/RW untuk memberi semangat keluarga PDP. “Selama menjalankan isolasi mandiri desa akan membantu segala kebutuhan keluarga ini,” papar Purnomo.

Bagaimana dengan kesehatan balita yang rapid-nya reaktif? Purnomo yang didampingi Kasi Kesra Zahratul Mualimah menjelaskan, kondisi bayi memang sedang sakit. “Sejak kecil kesehatan balita tersebut dalam pantauan Puskesmas Ngronggot,” sambung Zahratul sembari menyebut semua kebutuhan balita itu sudah ditanggung puskesmas.

Kabid Perlindungan Jaminan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Trisno Susilo kemarin juga mengecek keluarga yang terdampak Covid-19 itu. “Kami pastikan penanganan dari desa sudah lumayan,” aku Trisno.

Dinsos juga akan membantu hal lain yang belum ditangani pihak desa. Misalnya, jika bahan makanan mereka masih kurang bisa diajukan ke dinsos. Selebihnya, dinsos akan membantu mengalihkan BPJS mandiri ke BPJS bantuan pemerintah.

Pengalihan, lanjut Trisno, dilakukan agar penanganan kesehatannya tetap terjamin. “Mereka memenuhi kriteria untuk mendapat BPJS bantuan pemerintah,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia