Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Puluhan Warga Wilangan Jadi OTG

Pernah Kontak dengan Pasien Korona Madiun

03 Juni 2020, 12: 53: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Korona (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Sebanyak 69 warga dari Kecamatan Wilangan masuk data orang tanpa gejala (OTG). Puluhan orang tersebut diperiksa oleh gugus tugas setelah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Madiun.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, dengan penambahan 69 OTG baru itu, total OTG di Nganjuk mencapai 938 prang. “Dari 69 orang yang diperiksa, ada satu orang yang hasil rapid test-nya reaktif,” ujar Hendri.

Kemarin, pemuda berusia 22 tahun yang merupakan pedagang pasar di Kabupaten Madiun itu langsung dibawa ke Rumah Singgah Covid-19 di gedung Pu Sindok untuk diisolasi. “Dirawat di sana karena kan baru berstatus OTG,” lanjut Hendri.

BalBud

BEROPERASI: Rumah Singgah Covid-19 Pu Sindok merawat dua pasien reaktif mulai kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Selain pemuda dari Wilangan tersebut, menurut Hendri kemarin juga ada pasien pria berusia 46 tahun yang juga dirawat di Rumah Singgah. Sama seperti warga Wilangan, hasil rapid test pria paruh baya itu juga reaktif.

Ditanya tentang riwayat kontak pasien kedua, Hendri mengaku belum mendapat laporan secara rinci. “Untuk mencegah potensi penularan, pasien reaktif diisolasi di Pu Sindok,” terang Hendri sembari menyebut orang yang diisolasi di PU Sindok adalah orang yang statusnya ringan.

Tak hanya OTG reaktif, ke depan orang dalam risiko (ODR) yang reaktif juga akan diisolasi di sana. “ODP (orang dalam pemantauan, Red) dan PDP (pasien dalam pengawasan, Red) yang masuk ke sana (Rumah Singgah Covid-19 Pu Sindok, Red) juga yang penyakitnya ringan,” tandasnya.

Dua pasien yang saat ini berada di rumah singgah, menurut Hendri akan diisolasi selama 14 hari. Selanjutnya, tenaga medis akan melihat perkembangan mereka. Jika hasil tes swab menyatakan positif, mereka akan dipindah ke RS rujukan. “Pu Sindok hanya untuk penanganan awal untuk pasien dengan gejala ringan,” imbuhnya.

Sementara itu, selain melakukan pelacakan kontak pasien positif asal Madiun di Wilangan, gugus tugas juga melakukan tracing kontak dua pasien positif Covid-19 asal Loceret. Ditanya tentang jumlah kontak yang didapat, Hendri mengaku belum bisa menyebutkan secara rinci.

Meski demikian, dia memastikan jika gugus tugas sudah melakukan pelacakan sejak rapid test keduanya reaktif usai kontak dengan pasien positif ke-25 pada Kamis (28/5) lalu. “Yang hari ini (kemarin, Red) tinggal mengulang saja,” bebernya. 

Untuk diketahui, selain OTG yang bertambah puluhan orang, ODP juga bertambah tiga orang menjadi 84 kasus. Mereka adalah perempuan berusia 30 tahun asal Bagor yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara. Pasien yang mengeluh batuk dan pilek itu hasil rapid test-nya nonreaktif.

Selanjutnya, balita berusia dua tahun yang kini isolasi mandiri di rumah. Serta, laki-laki berusia 18 tahun asal Loceret yang mengeluh sakit panas, mual dan memiliki riwayat perjalan dari Jombang. “Yang bersangkutan dirawat di RSUD Nganjuk,” jelas Hendri sembari menyebut PDP juga bertambah dua orang menjadi 92 kasus.

Adapun jumlah pasien terkonfirmasi positif menurut Hendri tidak ada penambahan. Yakni tetap 32 kasus. Sebanyak 16 pasien dinyatakan sembuh. Kemudian, satu orang meninggal dunia dan 15 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia