Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Jamaah Bisa Menarik Uang Pelunasan

03 Juni 2020, 12: 35: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Haji

Haji (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Nganjuk dipastikan batal menunaikan ibadah ke Tanah Suci tahun ini. Hal tersebut menyusul pembatalan keberangkatan haji 2020 akibat pandemi Covid-19. Menindaklanjuti hal itu, para jamaah dipersilakan menarik uang pelunasan yang sudah disetor jika memang menginginkannya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nganjuk Moh. Afif Fauzi mengatakan, di Kabupaten Nganjuk total ada 600 CJH yang sedianya berangkat tahun ini. Dari jumlah tersebut, hingga jadwal pelunasan tahap III, total ada 563 CJH yang melakukan pelunasan. “Jamaah yang sudah telanjur melakukan pelunasan, dipersilakan melakukan penarikan atau tetap membiarkannya di rekening,” ujar Afif.

Lebih jauh Afif mengatakan, penarikan hanya bisa dilakukan untuk uang pelunasan Rp 12,7 juta saja. Adapun setoran awal Rp 25 juta tetap berada di rekening badan pengelola keuangan haji (BPKH). Bagaimana jika ternyata jamaah tidak ingin menarik uang pelunasannya? Afif menyebut, jamaah tetap akan mendapat nilai manfaat dari dana yang mengendap di rekening selama setahun itu.

Manfaat tambahan itu, jelas Afif, akan diberikan kepada jamaah tahun depan. “Tahun depan kan pasti akan ada Keppres tentang besaran BPIH. Nanti akan dikalkulasi ulang,” lanjut Afif.

Jika BPIH tahun depan lebih tinggi dibanding tahun ini, otomatis jamaah yang akan berangkat harus menambah dana. Sebaliknya, jika lebih kecil mereka akan mendapat kembalian lagi. “Kalau BPIH-nya sama, berarti jamaah tinggal melapor kalau sudah melakukan pelunasan,” terangnya.

Untuk diketahui, waktu pelunasan BPIH dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dibuka pada April hingga awal Mei. Selanjutnya, masa pelunasan tahap II dilakukan hingga pertengahan Mei. Adapun masa pelunasan terakhir dibuka hingga Kamis (28/5) lalu.

Meski ada tiga tahap pembayaran, rupanya tidak semua jamaah bisa melakukan pelunasan. Setidaknya ada 37 jamaah yang menunda keberangkatan dengan tidak melakukan pelunasan karena beberapa alasan.

Sementara itu, setelah  mendapat kepastian kabar keberangkatan haji 2020, Afif mengungkapkan, Kemenag langsung memberitahukan hal tersebut kepada para jamaah secara online. “Kami bagikan PMA (Peraturan Menteri Agama, Red) tentang pembatalan keberangkatan haji di grup KBIH dan grup haji mandiri. Semua jamaah sudah tahu,” tegas Afif.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia