Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kasus Korona Masih Bertambah, GTPP Ingatkan Warga Patuhi Protokol

02 Juni 2020, 19: 35: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Data Korona Kediri

Data Korona Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Tren perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri belum menunjukkan laju yang melandai. Masih ada tambahan pasien positif. Kemarin Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri melaporkan empat orang yang dinyatakan positif.

Juru Bicara GTPP dr Ahmad Chotib menyampaikan, dari empat kasus terkonfirmasi positif itu dua di antaranya merupakan kasus yang berkaitan dengan klaster sebelumnya. Yakni dari klaster Mustika dan klaster Araya, dua pabrik rokok yang bertempat di Tulungagung.

"Klaster pabrik rokok Mustika yaitu satu warga Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih," ungkap Chotib.

Sementara yang masuk klaster Araya adalah satu orang warga Desa Jambean, Kecamatan Kras. Kata Chotib, keduanya saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Hal ini karena keduanya tak menunjukkan gejala atau OTG.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan swab yang keluar kemarin, ada dua warga yang dinyatakan positif lagi. Dua orang itu asal Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo. Keduanya tidak terkait dengan klaster sebelumnya.

"Sementara kita sebut kluster baru. Sambil besok tracing untuk mengetahui klasternya," jelas Chotib.

Dari kabar yang didapat koran ini, salah satu positif baru itu merupakan tenaga kesehatan. Sedangkan satu laig adalah karyawan di salah satu pabrik yang berlokasi di Kecamatan Ngasem.

"Dua orang warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo juga melakukan isolasi mandiri," tambah Chotib.

Untuk melacak kasus-kasus sebelumnya, GTPP terus melakukan rapid dan swab test pada sejumlah kasus positif. Juga melakukan edukasi pada keluarga dan tetangga mereka yang terkonfirmasi.

Karena tak menunjukkan angka stabil atau masih banyak kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, Chotib menegaskan pihak GTPP terus mengingatkan warga. Agar mereka mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu untuk mewaspadai potensi munculnya klaster-klaster baru.

Sementara, terkait kabar adanya kasus positif pada pelantikan kepala sekolah SMA se-Jawa Timur beberapa waktu lalu, Chotib mengatakan sedang melakukan pelacakan. Termasuk pada kepala sekolah asal Kabupaten Kediri yang ikut dalam pelantikan itu.

"Saat ini masih di-tracing. Mudah-mudahan mereka memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," harapnya.

Berita sedih datang dari penanganan korona Kota Kediri. Salah satu pasien terkonfirmasi positif meninggal dunia. Pasien tersebut merupakan klaster pabrik rokok Mustika Tulungagung. Beralamat di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren. Wanita berusia 60 tahun itu meninggal dunia kemarin (1/6) di Rumah Sakit Gambiran.

Dalam penjelasannya, Wali Kota Abu Bakar mengatakan pasien sempat dirawat di Rumah Sakit Kilisuci pada 27 Mei. Beberapa hari kemudian, Minggu (31/5) pasien menunjukkan gejala sesak napas. Sehingga dirujuk ke RS Gambiran. Dia langsung dirawat di ruang khusus.

“Namun tadi pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, pasien meninggal dunia,”  terang Wali Kota Abu.

Meninggalnya pasien tersebut membuat Kota Kediri ‘pecah telur’. Pasien ini merupakan penderita korona pertama yang meninggal dunia. Sebelumnya beberapa orang memang meninggal saat jadi pasien dalam pengawasan (PDP). Namun hasil swab akhirnya menunjukkan negatif Covid-19.

Jenazah pasien positif tersebut langsung dimakamkan dengan protokol Covid-19 kemarin. Dari rumah sakit jenazah langsung dibawa ke pemakaman umum Kelurahan Blabak. Petugas pemakaman menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menerangkan bahwa pasien meninggal tersebut memang punya penyakin bawaan. Selain mengalami pembesaran jantung dia juga punya penyakit diabetes dan hipertensi.

Fauzan menambahkan bahwa GTPP Covid-19 Kota Kediri tetap akan menerapkan isolasi mandiri dalam pengawasan pada lingkungan tempat tinggal jenazah. Hal itu dilakukan untuk tracing atau pelacakan sementara terhadap kontak erat.

Pasien Positif Pertama Meninggal di Kota Kediri

-         Wanita usia 60 tahun

-         Karyawan pabrik rokok Mustika Tulungagung

-         Dirawat di RS Kilisuci pada 27 Mei dan dirujuk ke RS Gambiran pada 30 Mei.

-         Punya penyakit bawaan pembengkakan jantung, diabetes, dan hipertensi

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia