Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
ENEEEK AE...

Wah, Jadi Orang Gila karena Sebulan Luntang-lantung

02 Juni 2020, 18: 53: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Orang Gila Dadakan

Orang Gila Dadakan (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

Seandainya saja Agus Yudianto bisa mendapatkan pekerjaan, mungkin saja nasibnya tidak seperti ini. Tidak berteriak-teriak di pinggir jalan yang membuat warga Kota Kediri terganggu. Juga, tidak menjadi ‘urusan’ petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri.

Tapi apa lacur, lelaki 46 tahun asal Kabupaten Ponorogo ini terpaksa melakukan hal di luar kewajaran itu. Maklum, dia stres dan mulai hilang akalnya. Berteriak-teriak di Jalan Hayam Wuruk Minggu dini hari (31/5). Tentu saja aksinya itu mengundang satpol PP turun tangan.

“Ketika kami menjalankan patroli rutin mendapat laporan masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang diduga ODGJ (orang dengan gangguan jiwa, Red) yang teriak-teriak tidak jelas,” terang Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Nur Khamid.

Setelah itu tim satpol pun meluncur ke Jalan Hayam Wuruk, sekitar pukul 01.45 WIB. Entah takut atau sudah lelah, saat petugas datang Agus tak lagi berteriak-teriak. Dia juga tak memberi perlawanan ketika dibawa petugas dan dinaikkan ke kendaraan. Lelaki yang berpakaian kumal itu kemudian dibawa ke markas komando (mako) satpol PP di Jalan Veteran.

Pihak satpol PP awalnya kesulitan untuk mengungkap identitas si ODGJ. Beruntung masih ada kartu identitas pada diri lelaki itu. Dari KTP itu akhirnya diketahui Agus beralamat di Kelurahan Pakunden, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Agus juga masih bisa menjawab beberapa pertanyaan petugas. Termasuk mengaku punya ibu bernama Rahayu. Juga bercerita dia ke Kota Kediri karena ingin mencari pekerjaan.

Nur Khamid mengatakan, berdasarkan cerita Agus, dia datang ke Kota Kediri dengan menumpang kendaraan umum. Karena tidak punya sanak saudara di Kediri selama sebulan dia luntang-lantung. Berkeliaran tanpa tujuan.

“Makan minumnya dengan cara meminta-minta di jalanan.  Tidurnya pun di teras toko-toko,” terang Nur Khamid.

Lama-lama, Agus stres juga ketika tak kunjung mendapat pekerjaan. Kejiwaannya mulai tak beres. Dia pun mulai sering berteriak-teriak sendiri tanpa sebab yang jelas. Teriakan itu, katanya, untuk melampiaskan kekesalan hatinya.

Setelah sempat mengamankan beberapa saat, satpol PP akhirnya menghubungi pihak dinas sosial (dinsos). Sekitar pukul 11.00 WIB kemarin dia diserahkan ke dinsos untuk penanganan lebih lanjut. Namun, agar bisa menemukan keluarga Agus, Nur Khamid menyebarkan kabar itu melalui medsos.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia