Minggu, 05 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kuli Bangunan Nekat Jual Sabu-Sabu

02 Juni 2020, 13: 27: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sabu

TAK BERKUTIK: Tim Rajawali 19 menggeledah Doni yang membawa sabu di depan warung di Desa Kedungrejo, Tanjunganom Sabtu (30/5) lalu. (Humas Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk- Doni Sukaryanto, 35, warga Desa Kemlokolegi, Baron harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Nganjuk Sabtu (30/5) lalu. Kuli bangunan tersebut dibekuk tim Rajawali 19 lantaran kedapatan mengedarkan sabu-sabu.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara mengatakan, penangkapan dilakukan di depan sebuah warung makan di Dusun Barong, Desa Kedungrejo, Tanjunganom sekitar pukul 20.00. “Petugas mendapatkan informasi dari masyarakat dan akhirnya dilakukan penyelidikan,” ujar Roni.

Pengintaian terhadap Doni telah dilakukan selama beberapa hari terakhir. Akhirnya, tim Rajawali 19 mendapati buruannya tersebut sedang berada di warung makan setempat. Petugas meyakini tersangka hendak mengedarkan narkoba.

Doni yang tak sadar telah diintai petugas, tidak menaruh curiga jika aksinya akan terbongkar. Pria kelahiran Desember 1985 itu pun menunggu pembelinya di warung. “Tersangka hendak bertransaksi sabu-sabu saat diamankan oleh petugas,” imbuhnya.

Saat disergap oleh tim Rajawali 19, Doni tidak bisa mengelak lagi. Saat digeledah, petugas mendapati satu paket sabu seberat 0,30 gram dari tersangka.

“Sabu-sabu disembunyikan tersangka di dalam sebuah bungkus rokok yang ditaruh di saku celananya,” ungkap perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.

Selain mengamankan tersangka dan sabu-sabu, petugas juga menyita uang tunai sebesar Rp 150 ribu dari saku celana belakang Doni. Uang itu merupakan hasil penjualan sabu-sabu pada transaksi yang sebelumnya.

“Dari penyidikan yang kami lakukan, sabu-sabu yang dibawanya tersebut merupakan pesanan dari seseorang di Warujayeng,” sambung Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso kepada koran ini.

Lebih jauh Pujo menjelaskan, sabu-sabu yang dijual tersangka didapat dari seorang kenalannya yang berada di Jombang. Hingga kemarin dia mengaku masih mendalami identitas pengedar yang memasok serbuk putih tersebut. “Pengedar atasnya masih kami kembangkan. Yang pasti sudah kami masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” tandas Pujo.

Dikatakan Pujo, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika. “Narkotika yang dimilikinya (sabu, Red) termasuk ke dalam golongan satu,” pungkas ayah dua anak tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia