Kamis, 09 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Disidik Akan Uji Coba Website PPDB Online

02 Juni 2020, 13: 25: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

BERMASALAH: Calon siswa menunjukkan website PPDB Online Nganjuk yang belum bisa diakses. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Registrasi akun untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) online untuk SMPN segera dibuka. Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk telah menetapkan tanggal 15 Juni sebagai hari pertama jadwal untuk registrasi akun bagi semua calon siswa.

Sebelumnya Disidik menyampaikan akan mengumumkan proses pendaftaran lewat website resmi Disidik Nganjuk di www.dispendik.nganjukkab.go.id. Sayangnya, halaman tersebut tidak bisa diakses. Karenanya, Kepala Disdik Mokhamad Yasin meminta agar registrasi akun dilakukan lewat https://ppdbsmpn.nganjukkab.go.id/ dan website resmi sekolah masing-masing. “Nanti akan ada ujicoba,” ujar Yasin.

Agar tidak terjadi kendala saat pendaftaran dibuka, Yasin mengaku akan melakukan uji coba secara serentak. “Kalau nanti masih ada masalah nanti diperbaiki,” lanjut Yasin sembari menyebut uji coba akan dilaksanakan secepat mungkin.  

Yasin optimistis proses PPDB online SMP bisa terlaksana sesuai rencana. Mantan kepala dinas sosial ini meminta agar calon siswa tetap jujur menyampaikan persayaratan untuk mendaftar. “Kalau ada calon siswa yang melakukan kecurangan seperti memanipulasi data maka otomatis gugur, yang kami utamakan adalah kejujuran,” jelas Yasin.

Kejujuran siswa tersebut berlaku bagi semua jalur yang mewajibkan calon siswa melampirkan beberapa sayarat surat keterangan. Misalnya,  domisili untuk jalur zonasi dan keterangan ekonomi tidak mampu bagi yang memilih jalur afirmasi. “Satu siswa hanya bisa memilih satu sekolah dan memilih satu jalur. Bisa mendaftar ke sekolah lain kalau calon siswa tidak diterima di sekolah yang pertama,” terangnya.

Jika pendaftar jalur afirmasi sudah penuh karena kuotanya hanya 15 persen, siswa diperbolehkan mendaftar di jalur zonasi yang kuotanya mencapai 50 persen. “Calon siswa tidak bisa mendaftar di dua sekolah sekaligus dengan jalur yang berbeda,” urai Yasin mengingatkan.

Karena tahapan tiap jalur dilakukan di waktu berbeda, menurut Yasin akan memungkinkan siswa yang ditolak di satu jalur untuk mendaftar ke jalur lainnya. Misalnya, jalur prestasi. “Semua syarat harus terpenuhi dan tidak boleh memanipulasi data,” tandas Yasin kembali mengingatkan.

Seperti jalur afirmasi persyaratannya cukup ketat. Diantaranya, siswa wajib melampirkan persyaratan yang menunjukkan calon siswa berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. “Misalnnya calon siswa wajib melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM),” imbuhnya.   

Selain SKTM, Yasin menambahkan calon siswa wajib melampirkan satu bukti keikutsertakan mereka di program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Bukti tersebut bisa berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Surat Rekomendasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikeluarkan dari dinsos. “Bukti-bukti tersebut yang membedakan calon siswa dengan pendaftar lain dari jalur zonasi,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia