Jumat, 07 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bertambah Dua Pasien Positif

Seminggu, Empat PDP Meninggal di RS

02 Juni 2020, 13: 11: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Korona (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk berubah status. Berdasar hasil tes swab yang keluar kemarin, perempuan berusia 78 tahun dan 46 tahun asal Loceret itu dinyatakan positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, dua pasien positif korona itu merupakan satu keluarga. “Keduanya punya riwayat perjalanan dari Pacitan dan kontak dengan pasien positif,” ujar Hendri.

Dikatakan Hendri, dua pasien tersebut sudah dirawat di RSUD Nganjuk sejak Kamis (28/5) lalu. Keduanya dievakuasi setelah hasil rapid test mereka menyatakan reaktif usai kontak dengan pasien positif ke-25.

Dengan penambahan dua kasus positif tersebut, total jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk menjadi 32 kasus. Menindaklanjuti perubahan status dua orang tersebut, gugus tugas akan kembali melakukan tracing atau pelacakan kontak ibu dan anak itu.

Hendri menjelaskan, begitu hasil rapid test dua perempuan itu reaktif, petugas sudah melakukan pemetaan. Mereka yang pernah kontak dengan keduanya diminta untuk tetap isolasi mandiri di rumah dan menjalani protokol kesehatan.

Dengan pemetaan yang dilakukan minggu lalu, tracing yang dilakukan mulai kemarin akan lebih mudah. Termasuk pelaksanaan rapid test terhadap mereka yang sudah pernah kontak.

Ditanya tentang hasil pelacakan, Hendri mengaku belum bisa menyebutkan jumlahnya. Sebab, hingga kemarin sore pelacakan masih terus berlangsung.

Sementara itu, meski ada penambahan dua kasus positif korona, kasus untuk status lainnya tidak bertambah. Jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Nganjuk tetap 896 orang. Demikian pula orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 89 kasus. “Untuk PDP (pasien dalam pengawasan, Red) otomatis berkurang dua menjadi 82 kasus,” jelas Hendri.

Meski jumlah PDP berkurang, selama satu minggu terakhir atau sejak Senin (25/5) lalu sudah ada empat PDP yang meninggal dunia. Mereka adalah pasien bersia 68 tahun asal Gondang yang meninggal 25 Mei lalu. Selanjutnya, pasien berusia 66 tahun asal Sawahan meninggal tanggal 28 Mei lalu. Ada pula pasien berusia 32 tahun yang meninggal 31 Mei. Ketiganya dirawat di RSUD Nganjuk.

Satu PDP lain yang meninggal adalah pasien berusia 34 tahun asal Ngronggot. Dia meninggal pada 27 Mei lalu di RSUD Kertosono. Terkait penyebab kematian empat pasien tersebut, menurut Hendri keempatnya memang menderita penyakit bawaan yang parah. “Sampai hari ini (kemarin, Red) hasil swab mereka belum keluar,” tegas Hendri.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia