Minggu, 05 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Info Korona di Kediri: Dua Lagi Sembuh, Kasus Positif Juga Bertambah

31 Mei 2020, 19: 32: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Peningkatan kasus terkonfirmasi positif korona di Kabupaten Kediri kembali terjadi. Sepuluh orang dinyatakan terpapar Covid-19 dari hasil swab test yang keluar kemarin (30/5). Sebagian dirawat di rumah sakit. Sebagian lagi menjalani isolasi mandiri.

Di sisi lain, dua pasien positif dinyatakan sembuh. Satu orang asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Serta satu orang lagi asal Desa Siman, Kecamatan Kepung.

“Dari pemeriksaan laboratorium, hasil swab yang dilakukan pada dua orang pasien tersebut terkonfirmasi negatif,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr Ahmad Chotib.

Salah satu yang sembuh adalah pasien usia 15 tahun asal Desa Siman. Selama ini pasien tersebut sudah menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan sehat dari rumah sakit pada 25 Mei lalu. Artinya, hasil swab test yang memastikan mereka sembuh muncul setelah lima hari yang bersangkutan keluar dari rumah sakit.

“Kondisi mereka baik,” terang Chotib.

Meskipun sudah dinyatakan sembuh namun antisipasi masih terus dilakukan. Dua pasien tersebut masih menjalani isolasi mandiri.

Kesembuhan dua pasien itu menjadikan penderita sembuh dari korona di Kabupaten Kediri mencapai 8 orang. Menurut Chotib, kesembuhan pasien ini tak lepas dari kondisi imun yang semakin meningkat. Serta pengawasan dari tenaga medis yang dilakukan selama mereka terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, tambahan 10 orang terkonfirmasi positif baru terbagi beberapa klaster. Klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung mendominasi dengan tiga kasus. Rinciannya satu orang warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem. Serta dua orang warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem.

“Semuanya melakukan isolasi mandiri,” jelas Chotib.

Selain itu, ada dua kasus masuk klaster Surabaya. Satu orang warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang. Serta seorang lagi warga Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan. Bila warga Plemahan melakukan isolasi mandiri maka yang dari Desa Kuwik dirawat di rumah sakit.

Sisanya, Chotib menyebut bahwa ada lima kasus yang masuk klaster baru. Untuk klaster ini sedang dilakukan tracing oleh dinas kesehatan. Semuanya sedang dirawat di rumah sakit. Mereka adalah dari

Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri; Kelurahan Pare, Kecamatan Pare; Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare; Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates; dan asal Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar.

Sementara, Pemkot Kediri juga terus melakukan tracing. Terutama kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif.

Salah satunya yang berada di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren. Dari satu kelurahan itu saja ada 10 orang. Mayoritas tidak memiliki gejala atau biasa disebut OTG. “Mulai dari klaster Tulungagung dan kemungkinan dari transmisi lokal. Tertular dari keluarga atau kerabar yang terkonfirmasi dari klaster Tulungagung,” terang Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Hingga kemarin, dinkes Kota Kediri melakukan rapid test kepada 66 orang warga Kelurahan Tempurejo. Mereka adalah kontak erat dari enam orang pasien positif di kelurahan tersebut.

Fauzan menjelaskan bahwa rapid test yang dilakukan hanya terhadap warga yang menurut hasil tracing merupakan kontak erat. “Nanti dari hasil rapid test kalau hasilnya ada yang reaktif maka akan dilakukan pemeriksaan swab ,” imbuh kepala dinkes Kota Kediri itu.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hasil rapid ini tidak akan diumumkan secara terbuka. Untuk menghindari adanya stigma di masyarakat. “Kepada orang yang hasil rapid test-nya reaktif tidak usah down terlebih dahulu karena belum tentu positif korona. Masih perlu dibuktikan lebih lanjut dengan pemeriksaan swab,” papar Fauzan.

Selain dilakukan rapid test kontak erat hasil tracing, GTTP Covid-19 juga melakukan di tempat keramaian. Mulai di mall, supermarket, hingga di warung kopi atau kafe.

Beberapa wilayah juga terpaksa melakukan isolasi mandiri tahap kedua. Seperti di Kelurahan Tempurejo dan di Kelurahan Pojok, di Kecamatan Mojoroto. Karena ada warganya yang terkonfirmasi positif  lagi.

Selama masa isolasi mandiri dalam pengawasan, bantuan dari pemkot  juga datang. “Dari warga sekitar juga saling membantu. Diberi sayur, jajanan, dan lainnya,” ujar Ketua RW 3 Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto Miftahul Jannan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia