Rabu, 08 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Libur Usai, KBM di Kediri Masih Belum Normal

31 Mei 2020, 19: 24: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Sekolah di Rumah

Sekolah di Rumah (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Libur sekolah telah usai 30 Mei kemarin. Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur juga sudah mengeluarkan edaran tentang mulai kembalinya kegiatan belajar mengajar (KBM) tersebut. Pelajaran akan kembali berlangsung mulai 2 hingga 20 Juni. Sedangkan tahun ajaran baru akan dimulai 13 Juli.

Meskipun kembali aktif, KBM di masa pandemi ini tetap tak berlangsung normal. Pelaksanaannya masih sama seperti sebelumnya. Pembelajaran berlangsung di rumah. Hal ini sekaligus  menepis kekhawatiran banyak orang tua terkait aktifnya kembali KBM tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kediri Sujud Winarko mengakui memang ada rasan-rasan dari para orang tua di medsos terkait kekhawatiran tersebut. Mereka berpikir siswa akan masuk sekolah seperti sebelum pandemi.

“Sebenarnya saya sudah buat surat edaran  yang mengumumkan 2 Juni nanti masih berlaku belajar di rumah untuk penilaian akhir semester,” jelas Sujud ketika dihubungi kemarin (30/4).

Sujud mengatakan, kemungkinan informasi kelanjutan KBM yang masih belajar di rumah belum sampai ke para orang tua dan wali murid. Sehingga sempat membuat salah paham. Kemudian melepaskannya ke medsos.

Terkait penilaian akhir semester, akan diisi dengan tugas. Baik berupa karya maupun portofolio. Nilai untuk kenaikan kelas nanti guru akan mengisi rapor berdasarkan tugas yang telah dikerjakan siswa. Penyampaian rapor nanti rencananya juga akan menggunakan sistem kurir dan pemberitahuan lewat grup WhatsApp wali murid.

Terkait tahun ajaran baru, Sujud menegaskan akan berlangsung mulai 13 Juli. Namun belum tentu siswa diminta masuk sekolah. Disdik masih akan melihat kondisi dan perkembangan pandemi korona ini. Termasuk bagaimana nanti pelaksanaan new normal.

“Dinas pendidikan akan koordinasi dengan gugus tugas Covid untuk dapat menentukan masuk tidaknya siswa ke sekolah,” aku Sujud.

Sujud menegaskan kepada para orang tua untuk memahami kebijakan yang sudah diumumkan. Bila tahun ajaran baru nanti belum tentu siswa masuk sekolah. Selain itu, Sujud masih terus memantau keadaan KBM di tengah pandemi ini.

Sementara, beberapa sekolah masih mendiskusikan proses penilaian akhir semester tersebut. Seperti di SMP Negeri 2 Kandat. Menurut salah seorang guru, Kuni Adiniyah, belum ada petunjuk perihal proses penilaian para siswa nanti. Yang sudah pasti adalah pembagian rapor yang seperti disebutkan kadisdik.

“Masa KBM 2 Juni hingga 20 Juni tersebut hanya bapak-ibu guru saja yang masuk sekolah.  Ya untuk KBM dan juga musyawarah sistem penilaian,” ucap Kuni lewat video call.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia