Jumat, 07 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pariwisata di Kediri Bersiap New Normal, Ini Kata Pokdarwis Jatim

31 Mei 2020, 19: 16: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

simpang lima gumul kediri

CERMIN AIR: Monumen SLG sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Kediri yang masih ditutup karena pandemi Covid-19. (Didin Saputro - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Kebijakan new normal menjadi perhatian baru saat ini. Sejumlah sektor mulai bersiap. Sebelum transformasi tersebut benar-benar diterapkan di lapangan. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Para pelaku usaha wisata telah mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukung program pemerintah tersebut.

Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jawa Timur Adi Hasto Utomo mengatakan rumusan protokol kesehatan terkait pencegahan penularan Covid-19 sudah ada. Rumusan itu disusun oleh Dinas Pariwisata Jawa Timur. Dan akan menjadi acuan saat sektor pariwisata kembali dibuka.

“Rumusan protokol kesehatan tersebut yang harus dilaksanakan oleh semua pengelola wisata di Jawa Timur,” tekan Adi.

Adi menegaskan, kebijakan di sektor pariwisata nanti tentu akan ada perubahan. Itu tak lepas dari kenyataan bahwa sektor ini menjadi pendongkrak perekonomian. Karena itu kesiapan agar wisata tetap eksis harus dipertimbangkan matang. Karena itu perlu disusun protokolnya.

“Sementara ini telah disusun (draft protokol kesehatannya). Tapi belum final. Masih ada penyempurnaan,” imbuhnya.

Dalam draft tersebut yang menjadi perhatian adalah daya tarik wisata, pekerja, pengunjung, serta pedagang. Semuanya diatur agar menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

“Protokol disusun oleh masing-masing sektor sesuai dengan kebutuhannya. Sementara kami, protokol yang disusun adalah untuk wisata yang berbasis masyarakat sebagai pengelolanya,” ungkapnya.

Sementara, pariwisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kediri selama pandemi juga tetap dilakukan perawatan. Sembari menunggu keputusan terkait protokol kesehatan pariwisata benar-benar rampung. Termasuk terkait perintah dibukanya kembali sektor ini.

“Selama pandemi tetap dibersihkan. Sehingga jika sewaktu-waktu ada perintah dibuka maka kami selalu siap,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo.

Termasuk kesiapan petugas. Wignyo menegaskan bahwa petugas di lokasi pariwisata setiap hari melakukan perawatan. Termasuk yang bekerja di pintu masuk. Hal itu juga berlangsung di ikon wisata Kabupaten Kediri, Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Meskipun kawasan tersebut masih ditutup total namun petugas kebersihan tetap melakukan perawatan. Hal ini untuk mempertahankan kondisi kawasan monumen yang hampir tiga bulan ini ditutup tersebut. Pemkab juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada lokasi Monumen SLG tersebut.

Terkait kesiapan desa wisata, Wignyo juga mengatakan pihak pemdes setempat melakukan hal serupa. Mereka juga terus merawat dan melakukan pembersihan aset wisata yang dimiliki.

Salah satu aset wisata itu adalah Wisata Ragil Kuning di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung. Di lokasi itu pembenahan selama wisata ditutup di tengah pandemi terus dilakukan.

“Untuk wisata Ragil Kuning terus berbenah. Kami siap jika sewaktu-waktu dibuka,” kata Kepala Desa Krenceng Sumari.

Ia menyebut siap melaksanakan protokol kesehatan yang nantinya diterapkan pada sektor wisata ini.  Sumari menyadari selama pandemi korona ini sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang paling terdampak.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia