Rabu, 08 Jul 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Perampokan di Canggu Badas: Masih Trauma, Korban Berkali-kali Pingsan

31 Mei 2020, 19: 07: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

perampokan badas

DIJARAH: Mat Hadi menunjukkan lemari yang menjadi tempat istrinya menyimpan perhiasan. (Lu'lu'ul - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri -  Hingga tiga hari setelah kasus perampokan di Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas, polisi masih belum melakukan penangkapan. Penegak hukum dari Polsek Badas masih terus mendalami kasus ini.

Meskipun demikian, tim dari unit reserse kriminal (reskrim) Polsek Badas sudah mengantongi beberapa fakta kuat. Terutama terkait dugaan pelaku sudah mengenal betul situasi rumah korbannya. Dari fakta itu polisi juga mulai berani menduga pelaku ada yang tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Dugaan itu berdasar dari beberapa fakta. Yaitu pemilihan waktu beraksi. Mereka melakukan aksinya ketika aktivitas pengamanan di pos kamling yang ada di dekat TKP belum mulai. Juga, saat itu di rumah hanya ditinggali satu orang penghuni saja. Sedangkan penghuni lainnya tengah beraktivitas.

“Kalau dari pengamatan kami pelaku sudah mengenal lingkungan sekitar. Dilihat dari pelaku melakukan  aksinya di bawah jam sembilan malam. Atau sebelum pos kamling diaktifkan,” terang Kapolsek Pare Iptu I Nyoman Sugita.

Hingga kemarin, polisi sudah meminta keterangan tiga orang saksi. Yaitu Mat Hadi,  yang pertama mengetahui Winarsih dalam keadaan dilakban dan diikat kedua kakinya. Juga menantu korban, Andik Juni dan Rian Rinaldi. Keduanya juga ikut membantu melepas ikatan Winarsih.

Sedangkan sang korban, Winarsih, hingga kemarin masih belum bisa dikorek keterangannya. Saksi kunci tersebut masih terbelit trauma akibat kejadian itu. Karena itu belum bisa memberikan keterangan apapun kepada polisi.

Menurut anak korban, Risa Syafrotu, setiap kali mengingat peristiwa nahas itu Winarsih selalu pingsan.

“Masih trauma ibu saya. Setiap ditanyakan pas kejadian itu pingsan lagi, dan lagi,” aku Risa.

Kelapa Desa (Kades) Canggu Saptono Noko mengaku pihaknya tak ingin kecolongan lagi. Keamanan di desanya diperkuat. Dari tiap pos penjagaan itu juga dibekali handy talky. Mereka berjaga mulai habis isya hinga menjelang subuh. “Penjagaan di tiap pos diperketat, mulai habis isya hingga jam 4 pagi,” terang Saptono.

Diberitakan sebelumnya, perampokan terjadi di Dusun Surowono, Desa Canggu, Kacamatan Badas Rabu (25/9). Sasarannya adalah rumah Mat Hadi. Selain kehilangan harta benda, istri Mat Hadi, Winarsih, menjadi korban. Wanita yang saat kejadian berada di rumah sendirian itu dipukul hingga pingsan. Tangannya diikat kawat. Sedangkan mulutnya diplester dengan lakban hitam.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia