Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Maklumat Pemkot Kediri: Salat Id di Rumah Saja

22 Mei 2020, 15: 16: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Maklumat Pemkot Kediri

Maklumat Pemkot Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Lengkap sudah suasana berbeda pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun ini bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini tak ada lagi salat id berjamaah di masjid ataupun tanah lapang. Juga, tak ada lagi acara anjang sana ke rumah tetangga atau sanak famili. Setidaknya bila imbauan dari Pemkot Kediri ini dipatuhi warganya.

Sebab, kemarin pemkot resmi mengeluarkan maklumat. Maklumat itu dibuat bersama dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam serta petugas keamanan. Isinya meminta agar warga tidak melaksanakan salat Id baik di lapangan maupun di masjid. Termasuk tidak melakukan halal bi halal dan silaturahmi.

Soal maklumat itu dijelaskan langsung oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Tujuan maklumat itu adalah untuk mencegah serta memutus rantai penyebaran Covid-19. Dia berharap warga mengikuti dan mematuhi imbauan tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kediri, agar diikuti,” harap Abu.

Selama ini ada tradisi bila Lebaran selalu ramai. Warga beranjangsana  ke rumah-rumah. “Ini akan kita tiadakan. Karena di Kota Kediri banyak OTG yang mereka ini menjadi carrier. Warga kita banyak yang sepuh. Ini yang akan kita jaga,” tandas Abu.

Beberapa tokoh keagamaan datang saat penandatanganan maklumat. Seperti perwakilan MUI Nur Ahid, perwakilan Kemenag Imron Rosadi, Ketua PD DMI dan Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil, serta Ketua PD Muhammadiyah Fauzan Saleh.

Ketua PCNU Abu Bakar Abdul Jalil saat dihubungi oleh Jawa Pos Radar Kediri menjelaskan bahwa imbauan yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Kediri sudah sangat jelas. Pria yang akrab dipanggil Gus Ab ini menjelaskan bahwa sebagai umat beragama, sebagai masyarakat, dan juga sebagai warga negara, tentu tetap harus menjaga norma agama, norma sosial, dan hukum. Berkaitan dengan maklumat yang ada, lebih baik dilakukan.

“Tujuannya memang agar tidak semakin banyak yang tertular. Karena berisiko. Jika sudah banyak yang tertular maka di Kota Kediri bisa dilakukan PSBB. Ini yang harus sebisa mungkin jangan sampai PSBB,” terang Gus Ab.

Selama ini beberapa langkah sudah diambil pemkot. Selain memberi edukasi dan pelayanan kesehatan, pemkot juga menyediakan jaring pengaman sosial. Juga operasi penyemprotan dan penjagaan di Kota Kediri.

Kondisi nyaris serupa juga bakal tersaji di wilayah Kabupaten Kediri. Pemkab juga mengimbau warganya tak melaksanakan salat Id berjamaah di masjid maupun tanah lapang. Juga agar warganya tak melakukan silaturahmi. Bahkan, beberapa desa sudah berancang-ancang melakukan gerakan tutup pintu dan tak menerima tamu.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Ahmad Zuhri menyampaikan, kebijakan ini demi kebaikan bersama. Ia mengajak masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 dengan tidak melaksanakan salat Idul Fitri baik di musala maupun masjid yang mendatangkan banyak orang.

“Dalam suasana seperti ini bukan berarti melarang tapi mari kita cegah penyebaran Covid-19. Mari kita laksanakan salat Idul Fitri nanti dengan cara mandiri, berjamaah dengan keluarga di rumah,” dalihnya.

Imbauan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah ini juga telah tertuang dalam Surat Edaran Bupati  Kediri Nomor 450/1161/418/2020. Termasuk telah tertuang dalam nota kesepakatan antara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri bersama para tokoh agama Islam Kabupaten Kediri.

Zuhri juga mengimbau untuk melaksanakan silaturahmi bisa dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi. Sehingga masyarakat tidak perlu berkunjung ke sanak saudara. “Tetap di rumah saja bersama keluarga karena  kita tidak pernah tahu siapa yang membawa virus ini. Silaturahmi bisa menggunakan HP, Whatsapp, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Menurutnya peran serta masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran Covid-19. Sebab, penularan virus ini bisa ditekan dengan perilaku masyarakat yang mau menaati protokol yang telah ditetapkan pemerintah. “Ikuti imbauan pemerintah, terapkan protokol kesehatan, insya Allah semua akan berjalan dengan baik dan lancar,” ucap Zuhri.

Terkait dengan penyelenggaraann salat Idul Fitri, di dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan salat Id yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, untuk sementara ditiadakan. Selain itu, silaturahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika Hari Raya Idul Fitri bisa dilaksanakan melalui media sosial. Bisa video call atau video conference.  Penyaluran zakat pun agar dilakukan dengan tidak melalui pengumpulan orang.

Sementara di beberapa desa. Ajakan tidak melaksanakan silaturahmi secara kontak langsung juga sudah masif. Di desa Kencong, Kecamatan Kepung misalnya. Pemerintah desa setempat membuat banner ajakan gerakan tutup pintu saat Lebaran untuk mengantisipasi penyebaran korona. Termasuk di RW 04 Desa Adan-Adan juga memberi imbauan tidak menerima tamu saat Lebaran.

Di Desa Keling juga demikian, pemdes membuat imbauan bahwa tak ada susahnya menutup pintu. Dibanding dengan tenaga medis yang sudah tutup usia.

Sementara itu, suasana pusat perbelanjaan di wilayah Pare mulai padat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Toko pakaian atau minimarket mulai padat dengan pembeli. Terlihat kerumunan di toko-toko tersebut. Warga pun mulai tak mengindahkan pelarangan berkerumun.

Kondisi seperti itu membuat petugas kepolisian turun tangan. Mereka mengingatkan para pengunjung pertokoan agar memperhatikan protokol kesehatan.

Beberapa angota satbinmas berkeliling di pusat-pusat perbelanjaan di Pare. Memberikan sosialisai dengan memasuki toko yang dipadati pengunjung. “Kami melakukan sosialisasi kepada para pembeli di toko-toko,” ujar Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Sat Binmas Polres Kediri Iptu M. Khoirul Latif.

Polisi menyadari menjelang Lebaran warga memang menyerbu pusat perbelanjaan. Mereka membeli barang-barang kebutuhan yang dibutuhkan. Oleh karena itu Polres Kediri berusaha mencegah terjadinya kerumunan yang bisa jadi sarana penular virus korona. Juga untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Iptu Khoirul menambahkan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan di seluruh toko, pasar, dan swalayan yang ada di Pare. “Keramaian ini sudah terlihat sejak tiga hari menjelang Lebaran. Puncaknya nanti H-1,” imbuhnya.

 

Berlebaran di Tengah Pandemi

- Pembayaran dan pembagian zakat fitrah dan zakat mal harus menaati protokol kesehatan.

- Meniadakan takbir keliling

- Salat Id di rumah masing-masing

- Tidak bersilaturahmi dari rumah ke rumah atau halal bi halal di kantor-kantor

- Silaturahmi menggunakan media daring dengan menghindari pertemuan fisik.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia