Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Tiga Hari Jelang Lebaran, Omzet Penjual Bunga Meningkat

22 Mei 2020, 15: 11: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

tabur bunga

LAKU: Penjual bunga di Kediri. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Ada pandemi atau tidak tradisi ziarah kubur menjelang Hari Raya Idul Fitri tetap semarak. Seperti di akhir Ramadan kali ini, mereka yang hendak mengunjungi kubur para leluhur pun masih antusias. Hal itu berujung pada meningkatnya omzet penjualan bunga tabur.

Seperti yang terlihat di lokasi penjualan bunga tabur di dekat Pasar Setonobetek kemarin (21/5). Tidak hanya penjual yang jumlahnya bertambah, warga yang berniat membeli pun juga ramai.

“Mulai ramai (pembeli) hari ini (kemarin, Red),” ucap Mursiah, salah seorang pedagang grosir bunga tabur, dengan semringah.

Perempuan 54 tahun ini mengakui ada peningkatan penjualan ketika tiga hari menjelang Lebaran ini. Jika pada hari biasa dia hanya menjual dua kuintal bunga tabur, kali ini meningkat hingga dua kali lipat. Padahal yang dijual di lapak bunganya hanya dua macam, kenanga dan pacar banyu.

Selain permintaan yang meningkat, harga bunga di lapak Mursiah juga naik. Pacar banyu misalnya, bila semula seharga Rp 25 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu. Sementara yang kenanga dari Rp 60 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

“Karena banyak yang mencari jadi harga bunga juga ikut naik,” dalih Mursiah.

Ramainya pembeli di lapak bunga Mursiah terlihat dari cepatnya bunga yang disediakan habis terjual. Belum ada setengah hari bunga kenanga di lapaknya ludes terjual.

Dian, pedagang bunga di lokasi yang sama, juga merasakan lonjakan pembeli sejak kemarin. Laki-laki 35 tahun tersebut juga mengiyakan ketika ditanya adanya peningkatan jumlah pembeli.

“Menjelang puasa dan menjelang Lebaran pasti ada peningkatan pembelian (bunga) ,” terang Dian. 

Jika pada hari biasa Dian mengaku hanya dapat menjual sebanyak 50 kilogram saja. Ketika menjelang puasa dan hari Lebaran, Dian dapat menjual bunga hingga satu kuintal. Di lapak laki-laki asal Blitar ini hanya khusus menjual bunga mawar. 

“Ini bunga mengalami kenaikan harga. Satu kilogram kini dijual dengan harga Rp 150 ribu,” imbuhnya. 

Dian menjelaskan, sebelum mengalami kenaikan satu kilogram mawar dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram. Untuk stok bunga, ia mendatangkan dari Nganjuk dan Boyolali, Jawa Tengah. 

Hal yang sama juga terlihat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. Di hari yang sama di sepanjang jalan itu terlihat dipadati warga. 

“Seperti menjelang puasa, penjualan bunga juga ramai,” jelas Darwanti, salah seorang penjual bunga tabur di tempat itu. 

Wanita ini menegaskan, sama seperti menjelang puasa dalam satu hari ia dapat menjual 25 kilogram per harinya. Darwanti menjelaskan, ia menjual bunga dengan harga Rp 3 ribu dan Rp 5 ribu  per bungkus. Yang membedakan untuk yang harga Rp 3 ribu dibungkus dengan daun pisang. Sedangkan yang Rp 5 ribu dibungkus dengan kantong plastik bening. Selain beda bungkus juga berbeda isinya. Yang lebih mahal berisi bunga mawar utuh. 

“Satu bungkus ada bunga mawar merah, kenanga kantil kuning, dan pacar air,” imbuhnya. 

Bunga-bunga tersebut sudah dalam keadaan terbungkus. Sehingga memudahkan pembeli yang akan berziarah. Meskipun demikian pembeli bisa meminta paduan khusus. Yaitu meminta jenis bunga tertentu yang digunakan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia