Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Terus Lacak Penyebaran Korona di Kediri

22 Mei 2020, 15: 02: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KEDIRI - Upaya pelacakan terus dilakukan Tim Reaksi Cepat Dinas Kesehatan (TRC Dinkes) Kabupaten Kediri. Terlebih, kemarin (21/5) penambahan jumlah terkonfirmasi positif di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di Indonesia. Terkait situasi seperti ini, TRC terus melakukan tindakan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran kasus di Kabupaten Kediri.

Komandan TRC Dinkes Kabupaten Kediri dr Yaya Mulyana membenarkan bahwa data terbaru bahwa Jatim mengalami peningkatan signifikan. Dari data per 21 Mei kemarin, ada 52 kasus terkonfirmasi positif di Jatim. Sementara untuk Kabupaten Kediri, hingga tadi malam pihaknya terus melakukan pelacakan.

Sebenarnya ada dugaan empat pasien terkonfirmasi positif. “Setelah kami tracing, ternyata tidak masuk Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Hanya saja, Yaya memastikan kasus terkonfirmasi akan terus bertambah, apalagi melihat tren beberapa hari terakhir. Termasuk masih banyak hasil swab di Kabupaten Kediri yang belum keluar. “Besok (hari ini, Red) ada kenaikan signifikan,” ujar Yaya memastikan.

Hari ini pihaknya akan melaksanakan tracing dengan melakukan rapid test lagi dari sejumlah klaster yang ada di Kabupaten Kediri. “Klaster Mustika yang dominan,” jawabnya singkat.

Penambahan kasus ini dan upaya pelacakan akan terus dilakukan oleh TRC. Termasuk melakukan rapid tes massal. Apalagi kondisi di masyarakat yang saat ini semakin memprihatinkan karena sudah banyak yang abai akan protokol yang dianjurkan pemerintah.

Untuk diketahui, di Kabupaten Kediri hingga tadi malam total ada 57 kasus positif korona. Tujuh di antaranya telah meninggal dunia. Kasus ini diprediksi akan terus bertambah beberapa hari kedepan.

Terkait kasiapan karantina bagi pasien korona yang terus bertambah, GTPP Kabupaten Kediri telah menyiapkan tempat isolasi di Wisma Atlet Pare. Sekretaris Gugus Tugas Slamet Turmudi mengatakan bahwa tempat tersebut telah siap. “Untuk tempat isolasi sudah siap tinggal ditempati,” ujarnya.

Di tempat tersebut, terdapat 50 tempat tidur. Rencanannya akan digunakan bagi mereka positif namun tanpa ada gejala (OTG). Sebelumnya Slamet menerangkan bahwa untuk pasien kategori ini, sudah ada edukasi untuk penempatan isolasi di lokasi khusus. 

Di Kota Kediri, GTPP Covid-19 setempat terus mengantisipasi munculnya orang tanpa gejala (OTG) yang belum terdeteksi. Mereka berencana meningkatkan intensitas pelaksanaan rapid test. Pemilihan lokasinya secara acak.

Selain itu, GTPP juga terus mengimbau toko dan pelaku usaha agar mematuhi peraturan yang ditetapkan. Juru bicara GTTP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan bahwa selama pandemi ini timnya selalu melakukan imbauan untuk menerapkan pengetatan. Agar melakukan 3PK (Protokol Kesehatan) plus. “Ini harapannya untuk dijalankan, baik pemilik toko, dan pelaku usaha,” ujar Fauzan.

Menurutnya, 3PK plus  ini adalah untuk terus menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Atau disediakan hand sanitizer. Ini untuk mencegah penyebaran virus yangkemungkinan menempel di telapak tangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri itu menambahkan, pemilik usaha, toko, atau mall harus melarang masuk pengunjung yang tidak menggunakan masker. Apabila hanya digantungkan saja atau membawa namun tidak digunakan, agar meminta memakai dengan benar.

Terakhir, adalah untuk mendesain tempat agar pengunjung tidak berdesakan saat berada di dalam toko. Bisa untuk melakukan pembatasan yang masuk ke dalam toko. Maupun mengurangi pengunjung minimal hingga 50 persen dari kapasitas per hari di hari biasa.

Fauzan juga menambahkan bahwa setiap toko, mal, atau pelaku usaha diminta untuk mengurangi jam operasional. Untuk mengurangi jumlah orang yang masuk maupun yang keluar. “Untuk memotong rantai penyebaran Covid-19 di tempat keramaian,” terangnya.

Apabila ada tempat yang tidak menaati aturan, GTTP Covid-19 Kota Kediri, melalui Pemkot Kediri akan memberikan sanksi. “Baik untuk penutupan sementara hingga pencabutan izin usaha,” pungkas Fauzan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia