Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Nganjuk Larang Penggunaan Petasan

21 Mei 2020, 16: 06: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Kapolres

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto (Humas Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Penggunaan petasan maupun beberapa jenis kembang api dilarang keras oleh Polres Nganjuk. Baik pada saat Ramadan, malam takbir, hingga lebaran. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto mengatakan, pihaknya melarang keras penggunaan kembang api terlebih petasan seperti yang sudah-sudah. Perwira tertinggi di Polres Nganjuk ini meminta berbagai pihak untuk menaati peraturan tersebut.

Baik pihak penjual maupun pembelinya. “Untuk penjual, ikuti aturan yang berlaku. Jangan menjual kembang api diluar ketentuan hukum karena ada sanksinya,” tegas Handono.

Tidak hanya sanksi hukum kepada penjualnya saja, Handono menyebut polisi juga akan menindak para pembuat, penyimpan, hingga pembelinya. Karena itu, dia melarang dengan tegas penggunaan petasan tersebut.

Pelarangan penggunaan petasan, beber Handono, salah satunya karena bahan atau bubuk petasan itu termasuk kategori bahan peledak. Selain berbahaya bagi yang menyalakannya, bukan tidak mungkin lingkungan sekitarnya juga akan terdampak. Seperti halnya terjadinya kebakaran dan sebagainya. “Saya mengimbau kepada masyarakat agar dapat bijaksana dalam hal ini,” pinta perwira dengan pangkat dua melati emas di pundak tersebut.

Larangan penyalaan petasan sebenarnya telah dikeluarkan setiap tahun. Namun, kali ini kembali mencuat lantaran ada insiden serupa. Yakni yang dialami M. Hafiz Algifari Ismail, 6 pada Jumat (8/5) lalu.

Bocah asal Desa Rowoharjo, Prambon itu sampai harus dirawat di RSUD Kertosono. “Kita semua harus berhati-hati. Terlebih lagi, mereka yang memiliki anak yang masih kecil,” imbuh Handono.

Seperti diberitakan sebelumnya, Algi mengalami luka bakar tersebut lantaran terkena ledakan bubuk petasan pada Jumat (8/5) malam. Bubuk petasan itu tidak disengaja ditemukan korban dan kedua temannya di tempat sampah sekitar tempat tinggalnya di Desa Rowoharjo, Prambon.

Nahas, Algi menyulut bubuk petasan tersebut hingga wajah dan tangan kanannya terbakar setelah bubuk itu meledak. Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman asal dari bubuk petasan itu. “Para orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anak mereka. Jangan sampai menjadi korban karena menyalakan petasan atau kembang api,” pesan ayah satu anak tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia