Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ratusan Pedagang Pasar Sukomoro Di-rapid Test

21 Mei 2020, 15: 58: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

RT

TRACING: Petugas dari dinas kesehatan mengambil sampel darah pedagang Pasar Sukomoro dalam rapid test yang berlangsung di Kecamatan Sukomoro kemarin siang. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Ratusan pedagang Pasar Sukomoro mengikuti rapid test masal kemarin. Sedikitnya ada sekitar 400 pedagang yang diambil sampel darahnya untuk dites.

Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, rapid tesr dimulai sekitar pukul 09.00. Pengambilan sampel darah dilakukan di kantor Kecamatan Sukomoro yang terletak di dekat pasar. Koordinator Lapangan Rapid Test Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 S. Kundariana mengatakan, awalnya dinkes hanya menyiapkan 300 unit alat rapid test.

Rupanya, jumlah pedagang yang mengantre jauh lebih banyak. “Hingga pukul 11.10 jumlah yang ikut rapid sudah 297 orang. Ini masih banyak antre,” ujar Kun.

RT

RAPID TEST: S. Kundariana menunjukkan sampel darah dalam rapid test. (Rekian - radarkediri.id)

Melihat kondisi tersebut, gugus tugas sepakat untuk menambah alat tes menjadi 400 unit. Pengambilan sampel darah kemarin dibatasi hanya hingga pukul 12.00.

Bagaimana hasil uji cepat yang dilakukan kemarin? Kun menyebut, hingga pukul 11.00 belum ada satupun yang dinyatakan reaktif alias positif korona. “Alhamdulillah nonreaktif,” lanjut perempuan yang juga menjabat ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nganjuk itu.

Lebih jauh Kun menjelaskan, rapid test masal di Pasar Sukomoro kemarin menindaklanjuti adanya pasien positif korona klaster dari pedagang bawang merah di Surabaya. Di Nganjuk, ada pasien perempuan asal Pace yang dinyatakan positif setelah berjualan bawang merah di Pasar Keputran, Surabaya.

Meski pasien tersebut tidak memiliki lapak di Pasar Sukomoro, menurut Kun pelacakan di sana tetap penting. Sebab, pasar sayuran itu paling ramai dikunjungi pedagang dari luar daerah. “Tracing untuk pedagang Pasar Sukomoro tetap penting,” terang Kun.

Bagaimana jika ada pedagang yang  hasil rapid-nya reaktif? ditanya demikian, perempuan berjilbab itu menyebut idealnya pedagang itu menjalani isolasi. Terkait tempatnya, menurut Kun yang lebih prioritas adalah di rumah sakit. “Nanti bisa di RSUD Nganjuk maupun Kertosono,” jelasnya.

Meski demikian dia menegaskan, setiap tindakan evakuasi harus melalui proses yang sudah disetujui gugus tugas. “Nanti gugus tugas yang akan memutuskan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, rapid test masal ke depan juga bisa dilakukan di tempat yang banyak konsentrasi massa lainnya. Seperti di swalayan atau toko modern yang banyak pengunjungnya. “Ya tidak menutup kemungkinan rapid bisa dilakukan di sana (pasar modern, Red)” jelasnya.

Lokasi lain yang bisa dilakukan rapid test adalah di check point. Terutama di darah perbatasan. Khusus di lokasi ini, menurutnya yang mengikuti tes cepat hanyalah yang bergejala saja.

Pantauan koran ini, sejak pagi para pedagang pasar bawang dan sayur di Sukomoro sudah diworo-woro oleh petugas agar datang ke kantor kecamatan untuk menjalani rapid test. Selain camat Sukomoro Tri Basuki Widodo ada pula Kepala Puskesmas dr Masrukin dan Kapolsek Sukomoro AKP Jumari. Semua mengarahkan anggotanya untuk mengajak para pedagang agar tertib dan mengatur jarak sesuai protokol kesehatan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia