Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Heboh Karyawan Mal di Kediri Positif Korona, Ini Faktanya  

21 Mei 2020, 04: 25: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Data Korona Kediri

Data Korona Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KEDIRI - Di Kota Kediri, sempat terjadi kehebohan setelah ada informasi viral di media sosial (medsos). Kabar itu bersumber dari aktivitas GTPP Covid-19 Kota Kediri yang menggelar rapid test acak, Senin malam (18/5). Kebetulan, lokasinya di Golden Swalayan dan kafe Warung Gunung.

Yang bikin heboh, pada malam itu ada dua pegawai dan satu pengunjung yang dikabarkan menunjukkan hasil reaktif. Informasi itu langsung menyebar cepat. Masyarakat pun sempat heboh karena muncul pula informasi bahwa setiap warga kota yang pernah berkunjung ke Golden Swalayan diminta melapor ke ketua RT setempat.

Kabar itu kemarin diluruskan oleh juru bicara GTPP Covid-19 dr Fauzan Adima. Menurutnya, yang benar adalah pada saat rapid test malam hari hasilnya masih samar. Karena itu kemarin pagi rapid test untuk beberapa orang tersebut diulang. Hasilnya ternyata menunjukkan non-reaktif.

golden swalayan

PAKAI MASKER: Aktivitas karyawan dan pengunjung di Golden Swalayan. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Menurut dr Fauzan pengetesan menggunakan alat yang berbeda. Pagi kemarin subjek diambil sampel darahnya oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kota Kediri.

“Tadi pagi (Kemarin, Red), rapid test ulang. Dilakukan test dengan dua alat berbeda, alat pembandingnya ini dua-duanya hasilnya non-reaktif,” terang Fauzan.

Ditanya soal adanya pengecekan ulang, Fauzan menjelaskan bahwa sebelumnya, pada Senin malam, sudah dilakukan rapid test acak terhadap dua karyawan Golden Swalayan. Hasilnya ternyata masih samar. Antara reaktif dan tidak. Karena itu kemarin pagi dilakukan test lagi.

Fauzan berharap warga tidak buru-buru memberikan informasi melalui media sosial bila belum jelas. “Karena tidak bisa langsung menentukan orang menjadi positif atau negatif Covid-19 dari rapid test,” terang Kepala Dinkes Kota Kediri itu.

Pengecekan rapid test itu dilakukan secara acak oleh GTPP Covid-19 Kota Kediri. Dilakukan di tempat-tempat yang dirasa ramai. Dengan sampel yang acak. Selain di Golden Swalayan, kemarin GTTPP Covid-19 Kota Kediri melakukan rapid test acak juga di Warung Gunung di Mojoroto.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di dalam video pribadinya juga menegaskan soal hasil rapid test yang samar itu. “Karena hasil masih remang-remang dilakukan rapid test lagi pagi tadi (kemarin, Red). Ternyata hasilnya non-reaktif,” terang Abu.

Dalam videonya itu Abu juga menjelaskan bahwa di Kota Kediri ada tambahan satu warga lagi yang terkonfirmasi positif korona.  Masih dari klaster pabrik rokok Mustika Tulungagung. Sampai saat ini berarti sudah ada 27 warga yang terkonfirmasi positif. “Warga Lingkungan Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren,” terang Abu soal identitas pasien positif terbaru itu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia