Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bantu Distribusi Lele dan Patin, Ini Target Dinas Perikanan

21 Mei 2020, 04: 09: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

dinas perikanan

GRATIS: Petugas dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri saat memberikan paket ikan ke warga Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten kemarin (19/5). (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Wabah pandemi Covid-19 benar-benar memukul semua sektor. Termasuk peternak ikan. Penjualan sulit karena distribusi yang dibatasi dan peternak banyak yang merugi.


Kondisi inilah yang menjadi perhatian Dinas Perikanan Kabupaten Kediri. “Kami membantu distribusi dan pemanfaatan hasil panen ikan,” terang Plt Kepala Dinas Perikanan Nurhafid. Salah satu upaya dengan menggelar kegiatan gemar ikan. “Hasil panen dari peternak dibeli untuk kemudian dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.

Sebab, ikan diketahui memiliki nilai protein yang tinggi sehingga bisa membantu imunitas tubuh. Tak hanya itu, event lainnya yang juga bertujuan mendistribusikan panen dari para peternak adalah bantuan pangan nontunai (BPNT).  “Kami distribusi sampai 7 ton ikan lele dan patin ke masyarakat,” terangnya. Ikan yang dibeli dari para pembudidaya ini kemudian didistribusikan sebagai program BPNT ke Kecamatan Badas, Ngadiluwih dan Tarokan.

Diungkapkan Nurhafid, saat ini, peternak yang biasanya bisa menjual hingga 25 ton per hari kini hanya mampu 17 ton per hari. “Memang sulit (menjual) tapi untung masih bisa,” tuturnya. Karena itulah, dia berharap, program-program yang melibatkan para peternak ini bisa membantu melewati masa sulit pandemi Covid-19.

Seperti terlihat kemarin, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri menggelar program Gemar Ikan. Sasarannya adalah warga Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten. Total ada 230 paket ikan yang terdiri dari ikan lele atau patin segar dan abon.

Bantuan dibagikan melalui posyandu. Sehingga langsung diberikan kepada ibu hamil, ibu hamil dengan resiko, dan balita mengalami stunting. “Angka stunting daerah sini masih terhitung tinggi,” terang Antok Riandoko, sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kediri.

Harapannya, adanya bantuan ikan  dapat menekan angka stunting dengan meningkatkan imunitas. Selain itu. dengan imunitas yang tinggi, juga dapat mencegah pangkal virus korona. Selain itu, Antok menjelaskan kalau hasil ikan bisa dijual, peternak bisa membudidayakan lagi dan pembenihan juga kembali berjalan.

Adanya bantuan tersebut juga disambut antusias oleh warga. Salah satunya adalah Pupi, 28. “Saya merasa sangat senang, ini nanti untuk empat orang dirumah,” ujar Pupi.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang, mengaku sangat terbantu dengan bantuan ikan. Karena langsung berupa ikan, ia bisa langsung memasaknya. Keluarganya juga sangat bahagia karena selama ini jarang menyantap olahan ikan.

Untuk mendapatkan paket ikan tersebut, Pupi tidak datang langsung ke balai desa. Paket langsung dikirim ke rumah, oleh kader posyandu yang sebelumnya dikumpulkan di balai desa. Paket tersebut tidak diberikan langsung, karena adanya penerapan physical distancing.

Agar tidak terjadi penumpukan, sehingga paket ikan tersebut diberikan dari rumah ke rumah. “Saya sangat berterimakasih dengan Dinas Perikanan, yang telah memberikan bantuan,” ujar Dedy Santoso Kepala Desa Kawedusan.

Dedy mengatakan dengan adanya virus korona tidak hanya berdampak pada ekonomi namun juga pada kesehatan warga.  Dalam penyerahan paket ikan, memang ditargetkan kepada Posyandu. Karena angka stunting di desa tersebut masih tinggi.

Dengan adanya bantuan paket ikan, Dedy berharap dapat membantu warga terutama dengan perbaikan gizi. Dengan memiliki gizi yang seimbang, dapat meningkatkan imunitas tubuh yang saat ini sangat dibutuhkan.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia