Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Napi Asimilasi Asal Kandat Berulah, Sepeda Polygon Disikat

20 Mei 2020, 23: 45: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

Curi Sepeda

Curi Sepeda (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kekhawatiran masyarakat pada ulah napi hasil program asimilasi kembali terbukti. Agus Eko Nugroho, 23, tertangkap lagi setelah mencuri sepeda onthel merek Polygon Senin (18/5). Padahal pemuda asal Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat ini baru saja menghirup udara bebas setelah masuk dalam program asimilasi Kemenkum HAM.

“Pelaku menerima program asimilasi. Baru keluar lapas pada awal April,” terang Kasi Humas Polsek Kandat Aiptu Sugianto, yang ditemui di Mapolsek Kandat kemarin.

Aksi tak terpuji Agus itu berlangsung Minggu (17/5), sekitar pukul 15.00 WIB. Berlokasi di desanya sendiri. Tepatnya di persawahan Dusun Sentul. Yang dicuri juga sepeda onthel milik tetangganya, Slamet, 50.  

Sore itu, seperti biasa korban mendatangi sawahnya dengan bersepeda. Sepeda itu  kemudian diparkir di tepi jalan.

Setelah selesai beraktivitas di lahan pertaniannya, Slamet kembali menuju tempat sepedanya terparkir. Betapa kagetnya dia saat mengetahui sepeda itu sudah raib. Sudah tak ada di tempat semula. Sontak dia segera melaporkan kasus pencurian itu ke Polsek Kandat.

Sehari kemudian, Senin (19/5) polisi mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Petugas hukum ini kemudian mengorek keterangan dari saksi korban dan dua saksi lainnya, Santoso, 33, dan Abdu Wahid, 35. Dari keterangan para saksi itu sosok yang dicurigai mengarah ke Agus.

Sumber kecurigaan warga itu karena ada yang tahu Agus menjual sepeda ke tukang loak. Kebetulan pedagang itu masih berada satu desa dengan pelaku maupun korban. Karena itu, warga kemudian mendatangi Agus. Di hadapan warga Agus akhirnya mengakui perbuatannya. Residivis ini mengaku mengambil sepeda kayuh dan menjualnya ke pedagang barang bekas seharga Rp 25 ribu.

Sebelumnya, Agus telah empat kali keluar masuk bui. Kejahatan yang dia lakukan adalah perampasan. Barang yang dirampas adalah telepon genggam.

Menurut Kanit Reskrim Aiptu Mugiyanto,  Agus berdalih melakukan pencurian karena tigak punya uang. Rencananya, uang hasil penjualan barang curian itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini Agus mendekam di tahanan Polsek Kandat. Polisi menjerat aksi kriminalnya itu dengan t pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.

Operasi Penyakit Masyarakat 2020 Turun Dibandingkan Tahun Lalu,

Sementara pula, Polres Kediri Kota juga terus melakukan operasi untuk menekan angka kejahatan. Salah satunya adalah operasi penyakit masyarakat (Pekat). Tahun ini jumlah tangkapannya  turun mencapai 50 persen bila dibanding tahun sebelumnya. Baik dari pengungkapan miras atau penangkapan tersangka pengedar dan penyalaguna narkoba.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengatakan dalam satu tahun ini mereka berhasil menyita total 177 botol minuman keras (miras). Juga menyita 5.742 butir dobel L dan 40,61 gram sabu-sabu. “Hasil ungkap selama bulan Mei,” terang Miko.

Dari data yang didapatkan, hasil miras selama operasi pekat 2020 lebih sedikit dari tahun lalu. Tahun lalu hasil tangkapan mencapai 376 botol minuman keras ilegal berbagai merk dalam 12 hari Operasi Pekat Semeru 2019.

Perwira Polisi berpangkat dua melati di pundaknya itu menjelaskan bahwa selain menyita miras berbagai merk selama Ops Pekat, satresnarkoba juga melakukan penangkapan 22 tersangka. Baik pengedar hingga penyalahguna narkoba. “Total ungkap kasus ada 14 kasus dengan 22 tersangka,” terang Miko.

Salah seorang tersangka adalah Hendra Soli Darwanto, 30. Lelaki asal Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren itu diamankan Selasa (12/5). Yang bersangkutan kedapatan mengedarkan 480 pil dobel L. Saat itu ia diamankan di tempat kosnya di dekat pemakaman Burengan, Kecamatan Pesantren.

Berdasar laporan yang diterima polisi, Hendra sering melakukan transaksi di tempat itu. Akhirnya Hendra diamankan bersama dengan uang tunai dan satu buah handphone miliknya. “Masih terus dikembangkan petugas,” terang Miko.

Yang perlu diwaspadai adalah suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti ini. Meskipun dalam pendemik Covid-19, Miko menjelaskan masyarakat juga harus berperan aktif menjaga keamanan. Peran aktif masyarakat itu baik melalui siskamling maupun saling bahu-membahu patroli di lingkungan masing-masing.

“Selain untuk mencegah adanya tindak kejahatan, informasi sekecil apapun sangat membantu dalam kecepatan aparat dalam menindaklanjutinya,” pungkas Miko.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia