Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Puluhan Anggota DPRD Nganjuk Ikuti Rapid Test, Begini Kata Korlap

20 Mei 2020, 10: 46: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

RT

PREVENTIF: Tim Dinkes Nganjuk mengambil sampel darah anggota DPRD untuk rapid test kemarin siang. Hasilnya, puluhan sampel yang dites dinyatakan nonreaktif alias negatif. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Puluhan anggota DPRD Nganjuk menjalani rapid test Covid-19 kemarin. Para wakil rakyat ini mengikuti tes untuk memastikan mereka tidak terpapar virus korona. Pasalnya, selama pandemi ini mobilitas mereka tergolong tinggi.

Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengungkapkan, rapid test kemarin merupakan usulan fraksi-fraksi sejak bulan lalu. “Mobilitas teman-teman (anggota dewan, Red) kan tinggi. Sering koordinasi dengan konstituen dan agenda lain. Makanya di-rapid test,” ujar Tatit.

Dengan mengikuti rapid test kemarin, dia berharap para legislator ini bisa lebih tenang dalam menjalankan tugas. Termasuk berkegiatan di lapangan selama pandemi berlangsung. “Alhamdulillah hasilnya semua nonreaktif. Jadi biar tenang melakukan kegiatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Tatit sendiri kemarin berhalangan hadir dan tidak bisa mengikuti rapid test massal di kantor. “Nanti saya akan tetap rapid test sendiri agar tahu kondisinya bagaimana,” imbuh Tatit sembari menyebut dirinya tak ikut tes karena ada agenda partai.

Wakil Ketua DPRD Nganjuk Raditya Haria Yuangga menambahkan, setelah rapid test di dewan kemarin dia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Nganjuk juga melakukan hal yang sama. “Rapid test untuk pencegahan. Tidak ada salahnya dilakukan di semua OPD,” katanya sembari meminta gugus tugas juga melakukan rapid test sampling di pasar dan supermarket.

Tes di supermarket, lanjut Angga, tidak perlu dilakukan kepada semua karyawan dan pengunjung. Melainkan cukup diambil sampel beberapa orang.

“Bukan didata dulu baru di-rapid tapi di-rapid dulu baru didata,” lanjutnya sembari menyebut rapid test di tempat keramaian sangat penting untuk dilakukan.

Untuk diketahui, gugus tugas menyiapkan 50 alat rapid test untuk pemeriksaan di DPRD Nganjuk kemarin. Dari jumlah tersebut, hanya 30 alat yang terpakai.

Selama pelaksanaan tes, tiap anggota DPRD diambil sampel darahnya. Berbagai ekspresi pun muncul. Ada yang memejamkan matanya karena ketakutan saat jarum ditusukkan ke jari mereka untuk mengambil darah. Ada pula yang ekspresinya datar karena sudah terbiasa.

Korlap Rapid Test Penanggulangan Covid-19 S. Kundariana mengatakan, rapid test di DPRD kemarin dilakukan karena mereka termasuk kelompok berisiko. Terkait rapid test di OPD, menurut Kun, hal tersebut bisa saja dilakukan. “Selama logistiknya tercukupi bisa dilaksanakan. Saat ini yang dilaksanakan khusus untuk skala prioritas,” tutur Kundariana sembari menyebut pelaksanaan rapid test bagian dari tracing.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia