Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ibu Rumah Tangga Asal Baron Kembalikan BSNT

Berharap Warga Lain Mencontoh

20 Mei 2020, 10: 36: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

BNST

PATUT DICONTOH: Ida Royani dan Mustain, suaminya menunjukkan surat pernyataan menolak BSNT yang diterimanya di Balai Desa Jekek, Baron kemarin. Mereka merasa banyak warga lain yang membutuhkan. (Rekian - radarkediri)

Share this          

BARON, JP Radar Nganjuk - Sikap Ida Royani, 40, ini patut diapresiasi. Warga Desa Jekek, Baron itu mengembalikan bantuan sosial non tunai (BSNT) tambahan dari Kementerian Sosial kemarin. Pasalnya, dia merasa masih banyak warga selain dirinya yang lebih membutuhkan bantuan untuk korban terdampak Covid-19 tersebut.

Ditemani Mustain, 49, suaminya, Ida mendatangi Balai Desa Jekek kemarin siang. “Kami tidak bisa menerima bantuan ini karena masih banyak yang layak mendapat bantuan sosial ini,” ujar Mustain Kepala Desa Jekek M, Johanudin.

Lebih lanjut Mustain mengatakan, sepuluh tahun lalu keluarganya memang pernah mengisi blangko terkait keluarga pra sejahtera. “Waktu itu kondisi ekonomi keluarga tidak seperti sekarang ini,” lanjutnya.

Saat itu mereka juga sempat menerima bantuan dari pusat dan berakhir 2015 lalu. Selebihnya mereka tidak lagi menerima bantuan sosial karena secara ekonomi sudah dianggap mampu.

Rupanya, saat wabah korona seperti sekarang mereka kembali mendapat bantuan. Yakni BSNT tambahan dari Kemensos. “Rasanya masih banyak yang lebih layak menerimanya. Kalau bukan bansos (untuk keluarga miskin, Red) saya akan terima,” lanjut bapak dua anak itu kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lebih jauh Mustain menjelaskan, saat ini penghasilannya dari pekerjaan las di rumah sudah lebih baik dibanding sepuluh tahun silam. Meski dilanda wabah korona, dia bersyukur pekerjaannya tetap berjalan meski tidak seramai biasanya.

Terpisah, Kades Jekek M. Johanudin mengapresiasi sikap Ida dan Mustain. “Sebenarnya keluarga ini bisa saja menerima BSNT tambahan tersebut, tetapi nurani mereka mengatakan lain. Ini kesadaran yang patut dijadikan contoh,” tutur Johan.

Johan membeberkan, ada dua orang yang mengusulkan tidak menerima BSNT tambahan. Selain Ida yang secara ekonomi sudah membaik, ada pula Sriati, 51. “Kalau ibu Ida karena ekonomi sudah mampu, Ibu Sriati penerima bantuan dobel,” jelasnya.

Karena sebelumnya sudah menerima BSNT reguler, Sriati akhirnya memilih untuk tidak menerima BSNT tambahan. “Saya tidak tahu apakah besok (hari ini, Red) ada lagi yang melakukan hal yang sama atau tidak saya belum tahu,” tegas Johan.

Dia menjelaskan, BSNT tambahan dari Kemensos ini adalah bantuan sosial dengan cara membuka rekening kolektif. Penerimanya akan mendapat bantuan senilai Rp 200 ribu. Kelak bantuan yang diberikan berupa sembako sebesar 20 kilogram per bulan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia