Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pelunasan Pinjaman Emas Naik Lima Persen

Jelang Lebaran, Warga Lunasi Pinjaman

19 Mei 2020, 12: 16: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Pegadaian

VOLUME TRANSAKSI NAIK: Petugas pegadaian melayani nasabah yang mengambil barang gadai atau melunasi pinjamannya kemarin. Jelang lebaran, pelunasan pinjaman di sana naik lima persen. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jelang lebaran, pegadaian ramai dikunjungi oleh masyarakat. Seolah tradisi, warga menebus emas yang digadaikan sejak beberapa bulan lalu. Pertengahan Mei ini, pelunasan pinjaman di Pegadaian Cabang Nganjuk naik hingga lima persen.  

Pemimpin Cabang Pegadaian Nganjuk Wahyu Mujiono mengatakan, besaran pelunasan pinjaman jelang lebaran tahun ini tidak seperti tahun lalu. Meski ada kenaikan sebesar lima persen, menurutnya tahun lalu kenaikannya lebih besar lagi. “Saya pikir ini imbas wabah virus korona,” ujar Wahyu.

Diakui Wahyu, hampir setiap lebaran  selalu terjadi peningkatan pelunasan untuk pinjaman. Biasanya, nasabah mengambil emas yang digadaikan dengan melunasi pinjaman. Selanjutnya, setelah lebaran mereka akan kembali menggadaikan emas mereka. “Ini semacam budaya,” lanjutnya sembari menyebut warga memakai perhiasan mereka saat lebaran.

Jika dihitung, perputaran uang antara pinjaman dan pelunasan menurut Wahyui jumlahnya belum seimbang. Meski banyak warga yang melunasi, tidak sedikit pula yang menggadaikan barangnya untuk merayakan lebaran.

Lima hari jelang lebaran, tiap hari uang yang keluar untuk membiayai pinjaman nasabah sekitar Rp 125 juta. Sedangkan pelunasan atau transaksi warga yang mengambil barang gadai sekitar Rp 150 juta. “Kalau dirata-rata, karena kita cabang perputarannya dari Rp 150 juta sampai Rp 200 perhari,” beber Wahyu.

Dikatakan Wahyu, selama ini pegadaian tidak hanya menerima perhiasan emas atau barang elektronik dan otomotif. Agar bisa memberi pinjaman kepada masyarakat kelas menengah ke bawah, pihaknya juga menerima gadai gerabah hingga sepeda ontel. “Khusus untuk masyarakat mengah ke bawah,” imbuhnya.

Khusus selama pandemi Covid-19, jelas Wahyu, masyarakat yang terdampak koronya juga bisa meminjam uang maksimal Rp 1 juta tanpa sewa modal. “Biasanya hanya dibatasi Rp 500 ribu, mereka yang meminjam bisa dari pelanggan aktif atau inaktif pelanggan baru,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia