Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dua Desa Tak Dapat BST Kemensos

Dinsos Sebut Data Penerima Bansos Bertambah

19 Mei 2020, 12: 01: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Bansos

BELUM CAIR: Nama-nama warga penerima BST Kemensos sudah dipasang di papan Balai Desa Kepel, Ngetos. Tetapi, hingga kemarin bantuan dari pemerintah pusat untuk warga di sana belum turun meski desa lain di Ngetos sudah cair. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) khusus untuk penanganan Covid-19 sudah disalurkan di enam kecamatan. Dari puluhan desa yang ada di sana, ada dua desa yang sama sekali tak mendapatkan bantuan tersebut. Yakni, Desa Kedungsoko, Sukomoro dan Desa Kepel, Ngetos.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, hingga kemarin total ada enam kecamatan yang BST-nya sudah cair. Mulai Kecamatan Gondang, Baron, Berbek, Pace, Sukomoro, dan Ngetos. Dari enam kecamatan itu, setidaknya sudah terdata dua desa yang tak mendapat BST Kemensos.

Kepala Desa Kedungsoko Suwono yang dikonfirmasi tentang hal ini membenarkannya. Menurutnya, dari 12 desa di Kecamatan Sukomoro, hanya desanya yang tak mendapat alokasi BST Kemensos. “Kemungkinan nanti dapat tambahan di tahap ke dua,” ujarnya.

Lebih jauh Suwono mengungkapkan, sebelumnya mereka mengajukan 77 orang untuk mendapat BST Kemensos. Tetapi, hingga pencairan Sabtu (16/5) lalu, belum ada satu pun warga yang mendapat bantuan.

Kepala Dusun Kentong, Desa Kedungsoko Murjito berujar, penyebab tidak masuknya usulan desanya ke pusat karena ada kesalahan memasukan format data. “Ini human error,” terang Murjito.

Format yang dimasukkan tidak sesuai. Misalnya, memasukan data tanggal lahirnya terbalik. Sehingga, saat di-entry, data tidak sinkron sehingga tidak bisa masuk. “Waktunya sangat mepet. Tidak ada lagi waktu perbaikan,” imbuh Murjito sembari menyebut ada 93 orang yang diusulkan menerima bantuan tambahan nanti.

Sementara itu, hal yang sama juga terjadi di Desa Kepel, Ngetos. Pihak desa sudah menempel nama-nama calon penerima BST Kemensos di balai desa. Di sana disebutkan ada 282 orang penerima BST Kemensos.

Tetapi, hingga kemarin desa di ujung selatan wilayah Nganjuk itu belum mendapat pencairan BST. Padahal, desa-desa lain di Ngetos sudah melakukan pencairan.

Sayang, Kepala Desa Kepel Sundari belum bisa terkonfirmasi terkait belum cairnya bantuan untuk ratusan warganya itu. Saat ditemui di kantornya kemarin, dia tidak ada. Demikian juga saat didatangi di rumahnya. Perempuan bernama Puji Astuti menyebut sang kades tidak ada. “Tadi katanya keluar sebentar, tapi tidak tahu kemana,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nafhan Tohawi tidak mengelak jika ada dua desa yang tidak mendapat BST Kemensos. Meski demikian, menurutnya data yang masuk saat ini masih data bergerak. Sehingga, masih bisa berubah. “Sekarang saja baru enam kecamatan yang sudah bisa disalurkan, sisanya belum,” urainya.

Karena itu pula, Nafhan belum bisa memastikan apakah dua desa tersebut benar-benar tidak dapat. Sebab, datanya masih dalam proses.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia