Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Kabupaten Kediri Tambah Dua Kasus Positif Korona dari Klaster Baru

19 Mei 2020, 05: 35: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

Lacak Korona di Kediri

Lacak Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Klaster baru kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri terus bertambah. Kondisi ini membuat dinas kesehatan (dinkes) bekerja keras melakukan pelacakan. Agar mengetahui dari mana asal penularan itu bermula hingga bisa dilakukan langkah pencegahan penularan yang semakin masif.

Dua kasus positif korona terbaru merupakan contoh dari situasi sulit itu. Dua orang warga kabupaten yang dinyatakan positif semuanya merupakan klaster baru. Keduanya tidak terkait dengan pasien positif yang ada sebelum ini.

“Kasus (positif korona) ini merupakan klaster baru,” tegas juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr Ahmad Chotib saat menjelaskan tentang penambahan pasien positif korona (18/5).

Dua orang yang terpapar virus ini berasal dari dua kecamatan berbeda. Satu merupakan warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras. Sedangkan yang lain adalah warga Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan.

Keduanya merupakan warga berusia tua. Pasien positif asal Desa Rejomulyo merupakan lelaki berusia 65 tahun. Sedangkan yang dari Desa Langenharjo lebih tua lagi. Yaitu berusia 74 tahun.

Menurut Chotib, pasien asal Desa Rejomulyo terindikasi pernah melakukan kontak dengan warga dari luar daerah. “Dia punya riwayat kontak dengan orang dari Surabaya,” jelas Chotib.

Untuk pasien positif dari Desa Langenharjo, Chotib juga menegaskan tidak terkati dengan pasien positif yang meninggal di desa tersebut sebelumnya. Dia menegaskan pasien baru ini benar-benar merupakan klaster baru.

“Tak ada hubungannya (dengan pasien yang sudah meninggal). Riwayat kontak sedang ditelusuri,” aku Chotib.

Masih menurut Chotib, meskipun berusia tua, kedua orang tersebut masuk kriteria orang tanpa gejala (OTG). Mereka juga tidak mengeluh sakit. Karena itu keduanya menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari tenaga medis.

Dengan tambahan kasus ini jumlah warga kabupaten yang positif Covid-19 menjadi lebih dari 50 orang. Yakni sebanyak 51 orang hingga kemarin. Jumlah ini masih mungkin bertambah. Sebab, pemkab telah merencanakan melakukan swab test pada ratusan orang lagi.

Menurut Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) dinkes dr Yaya Mulyana, setidaknya pemkab akan melakukan dua kali swab test dalam satu minggu ini. Tujuannya untuk menindaklanjuti pelancakan di klaster-klaster yang ada.

“Rencanannya (tes swab akan berlangsung) Selasa dan jumat. Untuk Selasa dalam satu hari bisa tembus 130 pasien,” ungkapnya.

Fokus TRC saat ini pada beberapa klaster yang telah ada. Mulai dari klaster pabrik rokok Mustika dan klaster salat tarawih. “Yang dominan klaster Mustika,” tambahnya.

Selain mereka yang kontak langsung. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap keluarga dari klaster Mustika yang terkonfirmasi positif namun saat ini masuk kategori OTG.

Untuk diketahui, di Kabupaten Kediri sendiri ada sejumlah klaster penularan. Yang pertama adalah klaster TKHI Sukolilo Surabaya. Kemudian muncul klaster Mustika. Ada juga klaster Ponpes Temboro dan terakhir klaster salat tarawih. “Sementara sisanya merupakan kasus impor dari luar daerah,” ungkap Yaya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia