Rabu, 08 Jul 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Solidaritas Warga Jarakan Kelurahan Pojok di Tengah Pandemi dan Banjir

Berlomba-lomba Saling Membantu

16 Mei 2020, 13: 34: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

pojok mojoroto

GOTONG ROYONG : Ketua RW 03 Lingkungan Jarakan, Pojok, Kecamatan Mojoroto Miftahul Jannan saat berada di lokasi tenda kebencanaan, Rabu (13/5). (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

Solidaritas warga lingkungan Jarakan, Kelurahan Pojok, Mojoroto, semakin kukuh setelah satu warganya positif korona. Meski banjir sempat melanda, hal itu tidak menjadi hambatan. Mereka mengumpulkan bahan makanan lalu diantarkan ke gang-gang.

IQBAL SYAHRONI, Kota, JP Radar Kediri

Suara musik dari depan gang RT 15  RW 03, Lingkungan Jarakan, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto terdengar. Alunan lagu pop  menemani sejumlah warga yang tengah berjaga di depan posko tenda kebencanaan. Mereka berjaga agar tidak ada warga yang masuk dan keluar.

          Itu setelah ada satu warga di RW tersebut yang dinyatakan positif covid-19. Seorang kurir terlihat mau masuk gang yang dihuni 24 kepala keluarga (KK) itu.

Juga, Bhabinkamtibmas Pojok Aipda Ibnu terlihat sedang mencatat isi barang dan meminta untuk melakukan sterilisasi. “Sudah protokolnya seperti ini, Mas,” terang Ketua RW 03 Miftahul Jannan saat berada di dalam lokasi, Rabu lalu (13/5).

          Di RW-nya, solidaritas warga memang terasai. Apalagi setelah warganya yang terkena korona. Karenanya, mereka diwajibkan berada di rumah masing-masing. Untuk urusan pengiriman dan kebersihan, semua dilakukan oleh relawan.   Untuk urusan solidaritas, Jannan menjelaskan, di RW-nya, memang sudah dari dulu sangat kompak. Pasalnya, di Lingkungan Jarakan, khususnya yang berada di dekat lokasi sungai, sering terjadi banjir. “Sudah musiman, kalau hujan deras, kiriman air sungai dari atas, sangat banyak. Itulah yang membuat kami terbiasa saling membantu,” terang Jannan.

Sebelum adanya kasus terkonfirmasi, wilayah yang terdampak banjir, lokasinya berdekatan dengan RT 15. RT yang ditinggali oleh pasien kasus konfirmasi covid-19 dari klaster Pabrik Rokok Tulungagung. RT yang terdampak banjir ada di RT 13 dan RT 14.

          Seluruh warga, tidak hanya warga dari lingkungan yang terdampak banjir, ikut membantu menyelesaikan masalah banjir musiman tersebut.  “Warga RT 15, yang masuk di gang ini, ikut membantu juga. Makanya saya bilang solidaritas antar warga sangat erat di sini,” terang Jannan.

          Makanya, ketika tahu ada yang positif, warga langsung berinisiatif mendirikan posko kebencanaan.  “Malam, ada BPBD, relawan semuanya datang, dan langsung dibangunkan tenda ini,” terang Jannan. Setelah itu, warganya berlomba-lomba ingin membantu. Baik menjadi kurir maupun sekadar membantu memberikan bahan makanan.

          Pada Senin sore (11/5), tiga hari setelah  hujan deras terjadi di Kediri dan sekitarnya. Air sungai di lingkungan Jarakan pun mulai meninggi dan memasuki rumah warga-warga sekitar. Warga RT 13 dan RT 14 yang kala itu hendak mengantarkan sembako untuk warga RT 15.

          Namun, seperti banjir yang sudah-sudah, air hanya lewat. Sekitar 30-60 menit, air kembali mengalir ke Sungai Jarakan. Menyisakan beberapa kayu, ranting, dan sampah yang tertinggal di jalanan hingga di dalam rumah warga. “Kandang, tanaman, di pekarangan rumah ikut terendam tapi cepat surut,” ujar Pintoyo, salah satu warga RT 14 yang terdampak.

          Salah satu warga, Andik, menambahkan, untuk urusan banjir yang sudah terjadi musiman ini, semua warga, selalu mengulurkan tangan mereka, untuk membantu. Tidak hanya yang terdampak saja.

          Dia berharap, semoga menjelang musim kemarau  tidak ada hujan deras lagi di wilayahnya. Saat adanya isolasi mandiri dengan pengawasan, dan ditambah dengan banjir musiman, tentunya akan membuat banyak warga kerepotan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia