Rabu, 08 Jul 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Bawang-Kentang di Kediri Naik, Cabai Turun

16 Mei 2020, 13: 18: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

TURUN: Pedagang pasar di Kediri dan cabainya. 

TURUN: Pedagang pasar di Kediri dan cabainya.  (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pergerakan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari masih fluktuatif menjelang perayaan Idul Fitri kali ini. Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Namun beberapa yang lain justru turun. Sementara, jumlah pembeli relatif stagnan. Belum ada lonjakan yang berarti.

Komoditas pertanian yang mengalami kenaikan di antaranya adalah bawang merah dan kentang. Bawang merah bahkan sudah seminggu ini kembali menanjak harganya. Seperti yang terpantau di Pasar Setonobetek kemarin (15/5) siang.

Di pasar tradisional tersebut bawang merah berkisar Rp 48 ribu per kilogram. Naik Rp 10 ribu dari sebelumnya. Menurut salah seorang pedagang, penyebabnya adalah berkurangnya pasokan.

“Pasokannya kosong (berkurang, Red). Jadi harganya naik. Memang biasa menjelang Lebaran seperti ini, naik,” jelas pedagang berusia 48 tahun ini.

Harga di atas, menurut lelaki yang kemarin berkaus merah ini, adalah untuk bawang merah ukuran kecil. Sedangkan yang lebih besar lagi harganya menjadi Rp 50 ribu. Juga naik Rp 10 ribu dibanding harga sebelumnya.

Beda lagi dengan di lapak milik Sumarni. Pedagang 48 tahun ini menjual bawang merah ukuran tanggung seharga Rp 52 ribu. Padahal Selasa (12/5) dia masih menjual dengan harga Rp 45 ribu per kilogram.

Menurut perempuan itu, naiknya harga tak sebanding dengan permintaan. Karena pembeli di lapaknya masih landai. “Pembeli justru kaget karena harganya melambung,” keluh Sumarni.

Sumarni mengatakan, ada informasi saat ini petani belum melakukan panen raya. Waktunya sekitar dua bulan lagi. Dia berharap saat itu harga bisa kembali normal dan bersahabat dengan pembeli. Sehingga omzetnya juga ikut normal lagi.

Kenaikan harga juga terjadi pada kentang. “Sudah mulai hari Minggu (10/5, Red) harga kentang naik,” ujar Siti Aminah, 53, pedagang di Pasar Induk Pare.

Sebelumnya, kentang dengan ukuran besar dijual dengan harga Rp 8.500 per kilogram. Namun kini menjadi Rp 9.500. Sedangkan yang ukuran sedang kini menjadi Rp 8.500 dari sebelumnya Rp 6.500. Untuk yang ukuran kecil tidak mengalami kenaikan. Tetap Rp 4 ribu.

Pedagang asal Kasembon, Kabupaten Malang ini mengaku pasokan kentangnya dari petani di Gunung Bromo, Pasuruan, dan Probolinggo. Jumlahnya sebanyak tiga ton. Aminah akan mengirim kentang tersebut ke pasar tradisional di wilayah Pare. Menurutnya, meski naik permintaan pasar masih stabil.

Di tingkat eceran, di Pasar Pamenang Pare, kentang besar dijual Rp 12 ribu, naik Rp 2 ribu. Sedangkan yang kecil berselisih Rp 2 ribu lebih murah. Kentang dengan ukuran sangat kecil dijual Rp 6 ribu per kg. “Harganya naik turun, biasanya jelang Lebaran naik, banyak yang beli buat maleman,” pungkas Sunarsih.

Berbeda dengan bawang merah dan kentang, cabai rawit justru mengalami penurunan harga. Penyebabnya adalah stok menumpuk karena tidak bisa dikirim ke luar daerah. “Karena tidak dapat kirim pasokan cabai hanya utuk daerah sini saja,” kata pedagang cabai di Pasar Induk Pare Anang, 35.

Antok menjual cabai Rp 15 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp 12.500. Ironisnya, turunnya harga tak membuat permintaan mengalami lonjakan. Justru cabai keriting dagangannya tergolong sepi peminat.

“Mungkin nanti menjelang hari raya harga cabai akan kembali naik,” duganya.

Risikonya, Anang kini mengurangi orderan. Karena penjualannya juga menurun. Bila sebelumnya bisa menjual 3 kuintal sehari kini hanya 2,5 kuintal saja.

Hal yang sama juga dirasakan Naning, pedagang cabai rawit di lokasi yang sama. Perempuan 35 tahun ini mengatakan setiap hari harga cabai berubah.  Kemarin dia menjual dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. “Kondisi pasar sepi, tentunya berpengaruh dengan penjualan,” jelas Naning.

Ketidak pastian harga ini benarkan oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih. “Beberapa komoditas sepertinya fluktuatif,” ungkap Tutik.

Salah satu harga komoditas pertanian yang mengalami fluktuatif adalah cabai. Setiap hari harga cabai mengalami penurunan sebanyak Rp 1.000.

Ketidakpastian harga ini disebabkan beberapa hal. Selain tak dapat mengirim barang ke luar daerah juga karena  cabai sedang musim panen. Sementara permintaan tidak terlalu tinggi.

Dari data yang didapatkan dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia Kabupaten Kediri, harga cabai memang turun. Cabai rawit varietas pusaka yang semula Rp 10.500 menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan untuk varietas ori yang semula Rp 12 ribu kini dijual dengan harga Rp 11.500 per kilogram.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia