Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events

Ayahku Pulang dari Zona Merah

09 Mei 2020, 15: 29: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Ayah Pulang

Ayah Pulang (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

Sejak tanggal 16 Maret, sekolahku diliburkan. Awalnya aku senang karena ini adalah sebagian dari doaku untuk libur sekolah. Satu minggu berlalu, aku merasa bahagia. Tidak sekolah dan dapat menonton kartun kesukaanku.

Tapi lama-kelamaan libur itu membosankan. Banyak tugas online yang harus aku kerjakan membuat kepalaku pusing. Bukan karena tugasnya. Tapi karena sering dimarahi ibuku jika aku tidak segera mengerjakan tugas-tugas itu.

Di saat bosan hadir di hariku, aku dapat kabar ayahku akan pulang dari zona merah, Surabaya. Karena untuk sementara tempat kerja ayahku berhenti beroperasi.  Ibuku bingung dan takut. Terus kata tetanggaku yang suaminya baru pulang dari Malaysia, harus lapor ke balai desa dan dikasih tahu caranya.

Pertama, kakakku ke balai desa melapor ke kepala desa. Bahwa ayahku akan pulang dari Surabaya (kalau ayahku sudah pulang, KTP harus difoto diberi nomor HP yang bisa dihubungi dikirim ke bidan desa).

Lalu kepala desa menghubungi bidan desa untuk ditindak lanjuti. Dan sesuai arahan dari pemerintah desa dan bidan desa, ayahku harus diisolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

Di rumah aku, ibu, dan kakakku menyiapkan tempat isolasi mandiri selama 14 hari untuk ayahku. Yaitu di lantai dua rumahku. Saat ayahku tiba, di halaman rumah ayahku melepas baju, mandi keramas setelah itu memakai baju bersih yang disiapkan ibuku. Dan motornya dicuci bersih.

Selama masa isolasi mandiri, ayahku dan semua orang yang ada di rumah memakai masker. Bidan desa memantau, apakah terjadi gejala korona atau tidak. Alhamdullillah tidak.

Sekarang sudah lebih dari 14 hari. Dan ayahku sehat. Bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Selama masa isolasi mandiri, ayahku juga merangkap jadi guruku lho. Ayahku lebih sabar dari ibuku. Tetapi ibuku lebih teliti. Jadi ayah dan ibuku kompak untuk selalu memantau tugas-tugasku sebelum dikirim ke guru sekolah melalui WhatsApp (WA).

Pesanku, sebentar lagi kan Lebaran. Jangan mudik dulu ya. Sayangi yang di rumah tujuan. Lebarannya pakai video call aja, biar aman semua sehat selamat. Oh iya, kata Pak Modin di desaku, kalau Tarawih di rumah saja bersama keluarga. Ini sesuai anjuran pemerintah.

Kalau korona sudah pergi dari bumi, kita bisa kumpul-kumpul lagi. Jangan lupa makan yang sehat. Jangan jalan-jalan, cuci tangan sebelum masuk rumah, dan jaga kebersihan rumah. Jangan lupa pakai masker!

Aisyah Dwi Nur Suraya 

Kelas 7G SMPN Gampengrejo 1

*) Tulisan ini dinilai terbaik untuk edisi Sabtu (9/5). Hadiah berupa suvenir cantik akan diantar ke sekolah setelah masa Stay at Home selesai.  

Klik di sini dan ayo, tulis pengalamanmu belajar di rumah! Terbit di Jawa Pos Radar Kediri dan ada hadiah menarik lho..

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia