Rabu, 08 Jul 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Penjualan Pedagang di Pasar Kediri Anjlok 50 Persen

09 Mei 2020, 14: 51: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

pedagang tomat

SEPI PEMBELI: Pedagang tomat di Pasar Induk Pare terpaksa mengurangi stok karena sepi pembeli. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tidak seperti puasa tahun lalu, kondisi Pasar Induk Pare tergolong sepi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penjualan namun juga harga. Salah satunya sayuran.  

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pedagang sayur Rumini. “Selama puasa ini, penjualan sayur sepi,” ujar perempuan usia 51 tahun ini. Dari dagangan sayuran yang dijual, tomat paling sepi permintaan.

Jika kondisi pasar ramai, dalam sehari ia dapat menjual empat kuintal. Namun dengan kondisi pasar saat ini, dalam sehari ia hanya menjual dua kuintal saja. “Kalau barang setiap hari baru, hanya saja mengurangi jumlahnya,” imbuhnya.

Rumini menjelaskan dengan kondisi pasar saat ini. Harga sayur juga mengalami tidak kepastian harga, di mana harga sayur mengalami ketidakstabilan harga. Semula tomat dijual dengan harga Rp 6.500 per kilogram, namun kini tomat dijual dengan harga Rp 6.000 per kilogram. Berjualan sayuran selama dua tahun, di lapak Rumini juga menjual sayuran lainnya.

Seperti mentimun dijual dengan harga Rp 800 per kilogram, dan terong kecil dijual dengan harga Rp 1.000 per kilogram. “Kebanyakan pembeli saya sudah langganan, sehingga soal harga sudah ngerti,” ungkap Rumini.

Untuk pasokan sayuran miliknya, perempuan kelahiran tahun 1969 ini mengambil dari wilayah Kediri. Sehingga, ia tidak perlu khawatir terkait pasokan, terutama dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal yang sama juga dirasakan Wati, pedagang sayur di lokasi yang sama. “Kalau harga mengalami ketidakstabilan harga,” jelas perempuan 30 tahun ini.

Wati menjelaskan, untuk harga wortel mengalami penurunan harga. Sebelum mengalami penurunan harga, wortel dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram.

Setelah mengalami penurunan harga, wortel saat ini dijual dengan harga Rp 9 ribu per kilogram. “Untuk wortel, ini saya pasok langsung dari daerah Malang,” imbuhnya.

Meski harga mengalami penurunan, penjualan wortel tidak ada peningkatan. Dalam sehari, ia hanya dapat menjual dua peti. Berbeda dengan kondisi pasar ramai, dapat menjual hingga empat peti.

Sementara itu, untuk harga komoditas lainnya. Harga bawang merah saat ini dijual dengan harga Rp 44 ribu per kilogram, bawang putih dijual dengan harga Rp 24 ribu per kilogram, jagung pipilan dijual dengan harga Rp 5.000 per kilogram.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia