Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Pemain Persik Tetap Asah Feeling Bola

08 Mei 2020, 14: 49: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

bayu otto

TAK GANGGU PUASA: Bayu Otto saat berlatih bersama pemain Persik beberapa waktu lalu. (Anwar Basalamah - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Para pemain Persik terus menjalankan program latihan dari tim pelatih. Meski begitu, di luar program, mereka juga menambah porsi latihan sendiri. Biasanya latihan tersebut untuk mengasah feeling bola.

          Gelandang Persik Kediri Bayu Otto mengatakan, program latihan dari coach Dimas Agung tetap berjalan. Sore itu (6/5), pemain 21 tahun itu berlatih sendiri di rumahnya di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. “Pakai peralatan yang ada di rumah,” kata Otto.

          Di tengah kondisi puasa, menurutnya, memang tidak mudah mengatur pola latihan. Karenanya, agar ibadah puasa tidak terhalang, dia mengatur sendiri jadwal latihan dan istirahat. “Kalau terlalu dipaksakan bisa menggangu puasa nanti,” ucapnya.

          Menurutnya, latihan tetap harus dilakukan meskipun kompetisi sedang libur karena pandemi Korona. Latihan bertujuan untuk menjaga fisik agar tidak menurun. “Ya profesional saja, kita harus menjaga stamina,” ungkap pemain yang meretas karir dari Persedikab Kediri ini.

          Selain latihan yang diberikan tim, Otto mengaku, menambah latihan sendiri. Khususnya untuk melatih feeling bola. Sebab jika tidak diasah, pemain akan kehilangan sentuhan bolanya.

          Untuk latihan tersebut, Otto biasanya berlatih di Lapangan Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di lapangan, dia bermain game bersama beberapa pemain lain. Seperti Vava Mario Yagalo dan Faris Aditama. “Main game. Biasanya seminggu 2 kali. Jumat dan Rabu,” ungkap pemain yang ikut membawa Persik juara Liga 2 musim lalu ini.

          Tidak hanya di lapangan. Otto juga menambah program latihan di rumah. Dia dibantu sang kakak yang mendampinginya latihan. “Pokoknya selama belum ada kompetisi, selalu diusahakan latihan sendiri-sendiri,” ucap pemuda kelahiran 15 Oktober 1999 ini.

          Sebelumnya, tim pelatih memang memberikan program latihan untuk recovery otot. Saat ini memasuki minggu kedua latihan. Karena itu, porsi latihan dinaikkan levelnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia