Sabtu, 11 Jul 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Kuatkan Otot, Pemain Persik Bisa Pakai Galon Berisi Air

Siasati Latihan di Luar Tempat Gym

01 Mei 2020, 13: 04: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

persik kediri

JAGA FISIK: Pemain Persik saat berlatih di Stadion Brawijaya beberapa waktu lalu. (Anwar Basalamah - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Program latihan Persik Kediri di bulan puasa mulai berjalan. Tim pelatih sebenarnya menyarankan pemain untuk berlatih penguatan otot di tempat gym. Namun, di tengah pandemi seperti sekarang, banyak tempat gym yang tutup.

          Karena itu, solusinya mereka boleh berlatih di rumah saja dengan memanfaatkan alat seadanya. “Bisa pakai karet resisten, dumble (alat beban), dan galon berisi air penuh,” kata pelatih fisik Persik Dimas Agung kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Yang penting, menurut Dimas, gerakannya harus sesuai dengan program. Sementara bebannya bisa menyesuaikan. “Kami sudah berikan variasi gerakan di dalam program tersebut,” ungkap pria yang sebelumnya melatih di Badak Lampung FC ini.

          Ya, di bulan puasa ini, skuad Macan Putih kembali menjalani program latihan. Berbeda dengan program sebelumnya yang fokus pada kecepatan, daya tahan, dan kekuatan. Kali ini, pemain digembleng untuk recovery otot mereka. Sebab, dalam kondisi berpuasa, program pertama kurang tepat dilakukan. Karena membutuhkan energi yang besar.

          Salah satu pemain yang sudah berlatih adalah penyerang subur Persik, Septian Satria Bagaskara. Pemain 22 tahun asal Semampir, Kota Kediri ini mengatakan, cukup berlatih di rumah. “Bahaya kalau latihan di gym,” kata Bagaskara.

          Keputusan Bagas memang cukup beralasan. Saat pandemi Covid-19, penularan virus tersebut bisa terjadi di tempat keramaian. Termasuk salah satunya adalah tempat gym. Bahkan, saat ini di Kota Kediri, banyak tempat olahraga kebugaran tersebut yang tutup.

          Di rumah, Bagaskara mengaku berlatih dengan alat seadanya. Apalagi latihan bisa divariasi. “Banyak macamnya. Bisa dengan push up dan gerakan lain-lain,” ujarnya.

          Yang penting, bagi dia, setiap latihan bisa memenuhi program yang diberikan oleh pelatih. Karena itu, meski peralatan tidak selengkap di tempat gym, latihan di rumah tidak kalah bagusnya. “Istilahnya yang penting berkeringat,” ucap top scorer Persik di Liga 3 2017 ini.

          Berbeda dengan Bagas, kiper Dian Agus Prasetyo lebih memilih berlatih di tempat gym. Dian yang sekarang berada di kampung halamannya, Ponorogo, selalu menyempatkan datang ke sana untuk latihan. “Di sini, gym masih buka. Dekat dengan rumah,” kata penjaga gawang 34 tahun ini.

          Meski demikian, protokol pencegahan Covid-19 tetap dilakukan. Jadi sebelum, ngegym, mereka wajib cuci tangan lebih dulu. Begitu pula setelah selesai. “Tetap ada protokolnya,” ungkap Dian.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia