Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Dialog Ramadan

Salat Pakai Masker, Sah atau Nggak?

25 April 2020, 02: 15: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Ramadan

Dialog Ramadan

Share this          

Assalamualaikum wr wb. Kami ingin menanyakan tentang melaksanakan salat mengenakan masker. Penggunaan masker itu untuk mencegah penularan wabah penyakit. Bagaimana hukumnya?

(Farid, 085232296xxx)

Jawaban:

Waalaikumsalam wr wb. Sekarang ini dengan semakin meluasnya penularan virus korona, ada beberapa protokol kesehatan yang harus dikuti oleh setiap orang agar terhindar dari virus tersebut. Seperti menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan memakai masker. Bagi umat Islam, menjaga jiwa adalah perintah agama sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Albaqarah: 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”

Oleh karena itu, segala hal yang dapat mengancam keselamatan jiwa harus dihindari. Begitu pula sebaliknya, segala hal yang akan mendatangkan keselamatan jiwa harus dilakukan. 

Memakai masker termasuk salah satu yang dianjurkan untuk mencegah penularan virus korona. Baik dipakai di luar salat maupun di waktu salat. Adapun anggota tubuh yang ditutup dengan masker adalah hidung dan mulut.

Dalam salat salah satu gerakan yang harus dilakukan dan termasuk rukun salat adalah sujud, yaitu meletakkan tujuh anggota tubuh ke lantai. Dalam hadis riwayat Bukhari, yang dimaksud tujuh anggota tubuh tersebut adalah dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki dengan menempelkan ujung jari-jarinya. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa yang wajib menempel di lantai pada waktu sujud adalah ketujuh anggota tubuh tersebut.

Sementara itu, menempelkan hidung ke lantai ketika sujud hukumnya sunah saja menurut sebagian ulama. Hal ini salah satunya berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi dan Ahmad. Dengan demikian, salat dengan memakai masker hukumnya tetap sah. Karena ketujuh anggota tubuh tidak terhalang untuk ditempelkan ke lantai ketika sujud. Wallahu a’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia