Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

KA Tujuan Kediri Terimbas PSBB, Terminal Pare Tak Ditutup

24 April 2020, 04: 02: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

kereta api kediri

MELAJU: Kereta Api melintas di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan/Kota Kediri (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Empat perjalanan kereta api yang melewati Stasiun Kota Kediri kembali terimbas pembatalan. Hal ini merupakan dampak dari penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta.

Jumlah itu menambah banyaknya perjalanan kereta api yang dibatalkan di Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun. Dengan penambahan empat perjalanan itu maka sudah ada 44 perjalanan KA yang dibatalkan sejak pandemi Covid-19 terjadi.

Pembatalan terbaru menimpa dua kereta, yaitu KA Brantas dan Singasari. Menurut

Baca juga: Covid 19 di Kediri: Dua Pasien Kota Sembuh, 8 di Kabupaten Positif

Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, pembatalan perjalanan KA itu merupakan wujud PT KAI mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Protokol kesehatan dari dulu sudah diterapkan juga,” terang Ixfan dalam release kemarin.

Pembatalan tiket KA itu juga dampak PSBB di Jakarta dan sekitarnya. Kereta yang dibatalkan itu menuju Jakarta dan Bandung.

Ixfan menjelaskan, saat ini terjadi penurunan volume penumpang baik berangkat ataupun datang. Penurunan mencapai  90 persen. Bila dirata-rata, dalam sehari hanya 50-100 penumpang yang turun atau naik di Stasiun Kediri. Jauh dibanding ketika sebelum pandemi yang mencapai 3 ribu orang.

Sebelumnya, KA yang tetap beroperasi hanya menjual 50 persen dari kapasitas gerbong. Sebagai upaya menerapkan physical distancing.

Sementara, kereta-kereta yang dibatalkan oleh PT KAI, (24/4) hingga (30/4), adalah KA 71 (Bima) relasi Surabaya Gubeng-Gambir, Jakarta; KA 72 (Bima) relasi Gambir, Jakarta-Surabaya Gubeng; KA 293 (Kahuripan) relasi Blitar – Kiaracondong, Bandung; KA 294 (Kahuripan) relasi Kiaracondong, Bandung-Blitar. Hanya KA Kahuripan yang berhenti di Stasiun Kediri.

Bagaimana dengan pengembalian tiket? Ixfan menjelaskan, penumpang yang batal berangkat akan dikembalikan uangnya 100 persen. Penumpang akan dihubungi melalui contact center 121 dan dipersilakan mengikuti petunjuk selanjutnya. “Bisa langsung ke loket stasiun atau melalui website dan aplikasi KAI Access,” imbuh Ixfan.

Sementara itu, larangan mudik oleh Pemerintah Pusat tidak akan diikuti oleh penutupan Terminal Pare oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri. Alasannya, bagi penumpang yang sudah telanjur tiba di terminal tak mungkin diminta kembali ke tempat berangkatnya.

Sebagai gantinya, pihak terminal menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada para penumpang. Yaitu melakui screening kesehatan. Tidak hanya di terminal, screening itu juga tetap dilakukan hingga yang bersangkutan tiba di rumah. Yaitu dengan melakukan isolasi mandiri dengan terlebih dulu melapor ke ketua RT setempat.

 “Terminal tetap kami buka. Yang jelas kalau sudah sampai di terminal harus melakukan screening. Dan saat tiba di rumah harus tetap lapor ke (ketua) RT sesuai prosedur yang dianjurkan,” ungkap Kadishub Joko Suwono.

Saat ini, penumpang di Terminal Pare telah  mengalami penurunan tajam. Hingga 80 persen dibanding biasanya. Hal itu menunjukkan imbauan tidak bepergian juga telah dipatuhi warga. Termasuk imbauan agar tidak mudik.

Umi Hani, 38, seorang penumpang yang baru turun dari bus Harapan Jaya mengaku baru saja melakukan perjalanan dari Kota Surabaya bersama suaminya. Menurutnya keadaan bus sangat sepi sejak dari terminal Purabaya. Dan dia sudah melakukan prosedur pengecekan kesehatan baik ketika akan naik bus hingga turun. “Saya baru kemarin ke rumah saudara di Surabaya, terus hari ini pulang. Ya sebelum naik bus dicek. Sampai di sini juga dicek,” tutur warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news