Rabu, 03 Jun 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Tenaga Kesehatan RS Kabupaten Kediri, Garda Depan Hadapi Covid-19

Tetap Gembira di Tengah Bahaya

07 April 2020, 19: 04: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

tenaga kesehatan covid 19

PEJUANG: Tiga tenaga kesehatan RSKK yang bertugas menangani pasien korona. (RSKK for radarkediri)

Share this          

Mereka bertaruh nyawa. Menantang risiko demi tugas kemanusiaan. Bekerja tak kenal lelah meski sadar berada di ambang bahaya.

 

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kabupaten, JP Radar Kediri.

Suara Ibnu Gunawan sedikit bergetar ketika memberikan penjelasan kepada penulis kala itu. Melalui sambungan telepon selulernya, dokter yang juga Direktur RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) ini menyampaikan kabar gembira atas sembuhnya satu pasien positif korona yang dirawat di rumah sakit tersebut. Sesekali ia terdiam. Namun tak jarang berbicara dengan nada tegas. Seolah memberi motivasi serta imbauan agar ikut berjuang bersama melawan penyakit menular ini.

Termasuk kala menceritakan kondisi pasien dan perawat selama menangani kasus Covid-19 ini. Ibnu, paham betul situasi darurat di Indonesia saat ini. Berbagai upaya dan imbauan pemerintah menjadi salah satu modal dalam pencegahan merebaknya virus ini di masyarakat. Tak terkecuali di kalangan tenaga medis yang menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan kasus ini.

“Saya merasa hormat setinggi-tingginya kepada mereka perawat dan segenap dokter yang benar-benar membaktikan dirinya untuk suatu kejadian yang sangat membahayakan kehidupannya ini,” ungkap Ibnu, kali ini dengan nada lirih.

Memang, sebagai salah satu rumah sakit rujukan kasus korona, dokter dan perawat di RSKK harus bersiap menangani penyakit yang belum didapat obanya ini. Tak kenal lelah mereka melayani dan merawat orang-orang dengan diagnosis kasus Covid-19. Baik yang masih bergejala maupun yang sudah terkonfirmasi terjangkit virus tersebut.

Di RSKK, mereka yang bertugas khusus menangani Covid ini 26 perawat. Berbagai skema dibuat. Salah satunya pembentukan satu tim perawat yang khusus menangani satu kasus. “Kemudian jika satu kasus selesai, satu tim itu harus pulang. Melakukan perawatan diri di rumah dan diganti dengan tim lain. Dan itu sebenarnya cukup merepotkan,” ungkapnya.

Memang, dengan berbagai prosedur untuk perlindungan pasien dan perawat harus benar-benar diterapkan. Termasuk perlakuan membentengi perawat dengan alat perlindungan diri (APD) yang standart.

“Dan saat mengenakan APD itu sangat tidak nyaman,” paparnya.

Ada prosedur yang harus  mereka lakukan, baik saat mengenakan dan melepas APD tersebut. Belum lagi bahannya berlapis-lapis. Tentu itu sangat panas.

Setelah dilepas pun harus ada perlakuan disinfeksi bagi tenaga medis. Termasuk perlakukan lain sebagai upaya sterilisasi.

Dari pernyataan Ibnu, dalam pribadi perawat dan dokter secara include sudah termotivasi dengan segala risiko. Itu yang menjadi latar belakang semangat mereka. “Otomatis jika sudah di garis terdepan harus tetap dilakukan,” ujarnya.

Sementara dari pihak rumah sakit, pemberian vitamin, asupan gizi yang cukup untuk menjaga stamina perawat sangatlah penting. Termasuk menjaga tenaga medis agar tetap dengan hati yang gembira. “Dokter dan perawat harus bisa istirahat dibuat gembira,” tambahnya.

Namun, menurutnya, semua itu hanya yang kedua. Yang pertama tentu adalah motivasi perawat atas jiwa sosial dalam menolong sesama.

Sejauh ini, berbagai upaya memang dilakukan petugas medis demi kesembuhan pasien positif Covid-19. Khususnya dari sisi perawatan. Mereka selalu memberi semangat kepada pasien agar mampu sembuh. Contohnya saat merawat pasien positif asal Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. Pemberian semangat itu jadi hal penting dalam meningkatkan antibodi penderita.

Ibnu menyebut, selama ini virus korona belum ada obatnya. Namun dokter melakukan upaya sesuai protokol medis bagi penderita Covid-19. Mulai dari pemberian obat-obatan dan kontrol setiap saat. Termasuk pemberian keseimbangan cairan, menjaga kondisi, dan asupan bergizi tinggi.

“Juga suasana perawatan yang baik ini bisa membuat imunitas membaik. Sehingga bisa memerangi antigen virus korona,” ungkapnya.

Hal-hal tersebut terbukti mampu meningkatkan kondisi pasien. Dari hari ke hari semakin membaik.

Ia berharap, dalam penanganan ini, seluruh masyarakat harus mendoakan dan memberikan dukungan. Salah satunya adalah dengan tetap mematuhi imbauan dan instruksi pemerintah. “Bisa tolong kami dengan cara tetap mengikuti aturan, physical distancing, isolasi mandiri di rumah, dan tentunya menjaga diri jangan sampai terjangkit. Karena fasilitas kesehatan pasti tidak bisa menampung jika semua sakit,” harapnya.

Ia tak bisa membayangkan jika pasien membeludak. Dan itu sangat tidak diharapkan tim medis. Untuk itu ia sangat berharap masyarakat bisa patuh pada peraturan yang berlaku.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia